POSKOTA.CO–Usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Sayang beratnya kondisi perekonomian Indonesia akibat pandemi Covid-19 serta persaingan di era pasar bebas membuat sektor usaha ini turut terpukul sehingga membuat kondisi mereka semakin memprihatinkan.
“Pukulan ini juga turut dirasakan oleh pelaku UMKM di DKI Jakarta, termasuk yang berada di Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran,” kata salah satu Tokoh Masyarakat Gunung Sahari Selatan Drs. Supriyanto saat mengunjungi Bazar UMKM yang digelar Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat di Lapangan RW 09, Kamis (17/08/2023).
Menurut Supriyanto, Pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu membuat hampir semua sektor usaha terkena dampaknya, tidak terkecuali UMKM yang berada di Kelurahan Gunung Sahari Selatan. Ditambah lagi pelaku UMKM ini memiliki sejumlah kendala untuk bisa berkembang seperti kurangnya akses permodalan dan pemasaran.
Padahal perkembangan UMKM, termasuk dibidang produk pangan olahan memiliki prospek cukup bagus. Sektor ini juga berperan membuka lapangan pekerjaan dan memelihara iklim investasi agar tetap berjalan.
“Coba perhatikan bazar ini. Terlihat kan produk yang digelar sangat beragam dan sambutan pengunjung juga cukup tinggi,” ujarnya.
Mengingat perannya yang cukup strategis dalam menjalankan perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat ia berharap pemerintah perlu lebih keras lagi membantu kelancaran usaha mereka.
“Bantuan yang dapat diberikan pemerintah bisa berupa mempermudah akses permodalan dan pemasaran atau mendorong agar mereka bisa terus berinovasi dalam mengembangkan produk usahanya,” tambahnya.
Tingginya semangat para pelaku UMKM di Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat sendiri terlihat dari antusiasnya mereka untuk mengikuti Bazar UMKM yang digelar di Lapangan RW 09. Dari puluhan tenda yang disiapkan panitia ternyata semua terisi dengan berbagai produk yang mereka tawarkan.
“Ini menunjukkan betapa besarnya minat para pelaku UMKM di wilayah ini untuk dapat berkembang. Tentunya semangat ini perlu terus kita dorong agar mereka bisa naik kelas menjadi pengusaha menengah,” tambah Supriyanto.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua RW 09, Kelurahan Gunung Sahari Selatan Mardi S. Menurut dia, diawal pembukaan bazar hampir 85 persen produk yang ditawarkan para pelaku UMKM tersebut dibeli masyarakat sekitar.
“Bahkan mereka minta agar kegiatan bazar semacam ini bisa lebih sering diselenggarakan. Kebetulan produk yang mereka tawarkan termasuk produk kulinernya memiliki kualitas yang cukup bagus,” ujarnya.
Tingginya semangat para pelaku UMKM di lingkungan Kelurahan Gunung Sahari Selatan, menurut Mardi, perlu terus didukung. Terutama oleh pemerintah melalui pembinaan yang berkelanjutan, baik berupa pelatihan manjemen usaha atau mempermudah mereka menjangkau akses permodalan. (*/fs)







Komentar