JAKARTA – Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas melalui pemanfaatan Panel Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP) sebagai media belajar di sekolah-sekolah terbukti memberikan manfaat besar baik bagi siswa maupun sekolah. Pembelajaran berbasis teknologi yang diluncurkan Presiden Prabowo pada 17 November lalu, mampu mengubah cara guru mengajar dan cara siswa memahami materi lebih cepat, lebih interaktif dan jauh lebih menyenangkan.
Pada kegiatan Sapa Sekolah Praktik Baik Penggunaan IFP dan aplikasi Rumah Pendidikan yang digelar Pusdatin Kemendikdasmen di SDN Pejaten Timur Pagi 01, Jakarta Selatan yang berlangsung Selasa (25/11/2025), Mulyani, guru SMP 98 Jaksel mengatakan teknologi IFP sangat meringankan tugas mengajar guru. Selain lebih interaktif, teknologi ini membuat siswa jauh lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran.
Dengan usia menginjak 51 tahun, Mulyani yang merupakan guru IPS kelas 7 dan 9 tersebut mengaku tidak kesulitan untuk belajar fitur-fitur pembelajaran yang ada di papan interaktif digital. “Tidak sulit, tapi kalau kita kurang paham bisa nanya ke guru yang muda-muda,” jelasnya.
Selama 27 mengajar, Mulyani lebih banyak memanfaatkan materi di buku teks dan materi di internet. Namun melalui IFP ini, materi-materi yang disediakan sangat lengkap dan lebih atraktif.
“Saya selama ini baru belajar fitur untuk guru. sekarang saya lebih tahu ternyata ada juga untuk siswa,” tambahnya.
Senada juga disampaikan Kepala SDN Pejaten Timur Pagi 01 Jaksel, Tanti Rahayu, M.Pd. Diakui teknologi IFP telah membuat siswa sangat antusias belajar, responsive dan memberikan warna baru dalam pembelajaran. Karena itu ia berharap para guru lebih aktif dan kreatif, mampu mengeksplor diri sehingga siswa tidak jenuh dan pembelajaran berlangsung nyaman.
SDN Pejaten Timur Pagi 01 Jaksel sendiri saat ini sudah memiliki dua unit IFP. Satu unit merupakan bantuan Presiden dan satu unit lagi pengadaan mandiri. “Kami letakkan IFP ini satunya di aula untuk pembelajaran kelas bawah yakni kelas 1,2 dan 3. Sedang satunya di ruang perpustakaan untuk pembelajaran kelas atas yakni 4, 5 dan 6,” jelasnya.
Semua guru, jelas Tanti sudah bisa mengoperasikan IFP dengan baik. Pun siswa, dari total 1020 siswa yang ada, semua sudah bisa menikmati teknologi IFP.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja, Evaluasi dan Pamantauan, Saleh Sarifudin mengatakan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas melalui pemanfaatan Panel Interaktif Digital merupakan kebijakan yang dicanangkan presiden dalam rangka merespon ketimpangan akses dan kualitas pembelajaran yang dalam hal ini dituangkan dalam bentuk Instruksi Presiden nomer 7 tahun 2025, dimana ini juga menjadi salah satu realisasi dari mewujudkan asta cita ke empat menuju Indonesia emas tahun 20.
“Dalam hal mendukung program digitalisasi, pembelajaran, Kemendikdasmen menyediakan dan supraaplikasi rumah pendidikan. Saya berharap bapak ibu sudah familiar dengan supra aplikais rumah pendidikan yang diharapkan dengan penyediaan supra aplikasi ini, bapak ibu dapat memanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Di samping itu Kemendikdasmen juga menyediakan dan mendistribusikan IFP yang sudah digulirkan secara bertahap pada satuan pendidikan dan diharapkan akhir 2025, semua sudah terdistribusikan ke sekolah-sekolah. “Kami juga berharap super aplikasi rumah pendidikan, penyediaan dan pendistribusian perangkat IFP ini dapat dimaksimalkan pemanfaatna oleh satuan pendidikan dan para guru dalam memberikan kesempatan untuk mengakses konten-konten belajar melalui internet,” tegasnya.
Sapa Sekolah Praktik Baik Penggunaan IFP dan aplikasi Rumah Pendidikan yang diikuti oleh 30 guru tersebut dihadiri oleh Eti Suyati, Kasi SMK sudin pendidikan wilayah 2 Jakarta Selatan, Budi Purwanti Kasi SD Sudin Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Selatan dan Susi Asvita Wati, Mitra Kemendikdasmen, direktur Pesona Edu. (in)







Komentar