oleh

Meski PSBB Ketat, di Kemayoran Terjaring 84 Pelanggar

-Megapolitan-435 views

POSKOTA.CO – Empat pasar di wilayah Kecamatan Kemayoran menjadi sasaran operasi gerebek masker di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat, Senin (14/9/2010).

Kegiatan gerebek masker mengerahkan puluhan petugas gabungan Operasi Tertib Masker (Optibmask), dipimpin langsung Musyawarah Pimpinan Kota (Muspiko) Jakarta Pusat, H. Bayu Meghantara Wali Kota Jakpus, Kapolres dan Dandim Jakpus.

Alhasil, sebanyak 84 pelanggar dari empat pasar antara lain, Pasar Serdang terjaring 38 pelanggar, pasar Sumur Batu 18 pelanggar, Pasar Nangka 15 pelanggar dan Pasar Gardu Asem 13 pelanggar.

Puluhan pelanggar yang terjaring kemudian digiring petugas Optibmask ke Gelanggang Olah Raga (GOR) Kecamatan Kemayoran menggunakan Kendaraan Dinas Operasional (KDO) Dinas Sosial dan Satpol PP.

Lurah Utan Panjang, Amadeo mengatakan, pelanggar yang terjaring di sekitar pasar dan sekitarnya tidak pakai masker beralasan karena rumah dekat dan juga lupa. “Seluruh pelanggar yang terjaring dibawa ke GOR Kecamatan Kemayoran untuk diberikan arahan edukasi bahwa manfaat memakai masker salah satu untuk mencegah volusi udara dan virus,” ujar Amadeo.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan (Sekel) Sumur Batu, Suprayitno menambahkan, dalam operasi gerebek masker di Pasar Sumur Batu terjaring 18 pelanggar yang tidak pakai masker karena tidak dipakai malah dikantongi dalam saku. “Ada 18 pelanggar yang digiring ke GOR untuk didata dan disanksi oleh petugas Optibmask,” ucap Suprayitno.

Menurutnya, dari 84 pelanggar yang terjaring petugas Optibmask antara lain, 4 pelanggar di sanksi adminitrasi denda masing -masing sebesar Rp. 250 ribu. Sedangkan, 80 pelanggar lainnya disanksi hukuman kerja sosial ngecet Administrasi. Sedangkan, 80 pelanggar tidak pakai masker di sanksi hukuman kerja sosial ngecet kanstin trotoar dan nyapu sampah di jalanan dengan memakai rompi pelanggar PSBB selama 60 menit.”Saran dari pimpinan dalam penegakan terhadap pelanggar PSBB ketat harus dengan cara prefentif dan santun,” paparnya. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *