oleh

Mampu Olah Limbah B3 Sebanyak 50 Ton/Hari, Insenerator Raksasa Milik PPLi Diresmikan

POSKOTA.CO – Fasilitas pengolah limbah B3 berteknologi modern bernama Insinerator PPLi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, secara resmi dioperasikan mulai hari ini. Peresmian tersebut dilakukan oleh Presdir Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Duta Besar Jepang untuk Indonesia dan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta dihadiri sejumlah pengusaha dan pejabat pemerintah daerah setempat.

Fasilitas pengolah sampah raksasa yang mengadopsi teknologi Jepang dibangun oleh PPLi di atas lahan seluas 57 hektar. “Ini merupakan pengolah limbah terbesar di Indonesia yang mana tiap hari mampu mengolah sampah B3 hingga 50 ton,” kata Presdir PPLI Yoshiaki Chida di lokasi, Selasa (25/1). Fasilitas ini dipakai untuk mengolah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari sejumlah perusahaan dan industri yang berada di daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Keberadaan Insinerator PPLi telah mengantongi izin dari Kemen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga secara penuh dapat beroperasi mengolah limbah industri. Adapun PPLi yang sudah berkiprah di bidang limbah B3 maupun non-B3 berdiri sejak tahun 1994. PLLi merupakan perusahaan milik DOWA yang berada di Jepang dengan kepemilikan saham sebesar 95 persen, sedangkan sisanya yang lima persen dimiliki Pemerintah Republik Indonesia yang dikelola melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Duta Besar untuk Indonesia Kenji Kanasugi menambahkan PPLI telah berhasil membangun insinerator terbesar di Indonesia yang merupakan negara yang berkembang sangat pesat. “Di Jepang sendiri sejak dekade 60-an sudah mulai serius mengurus limbah dan menerapkan daur ulang 3R. Kedubes akan membantu mengatasi limbah Indonesia,” kata Kenji.

Direktur Pengelolaan B3 Kementerian LHK Sayid Muhadhar berharap, PT PPLi dapat membangun fasilitas serupa di lokasi-lokasi lain di Indonesia. “Membangun insinerator yang lokasinya semakin dekat dengan fasilitas sumber penghasil limbah maka dapat menekan biaya pengangkutan. Sehingga, biaya penanganan limbah B3 ini bisa semakin murah. Apalagi, saat ini pemerintah sedang giat-giatnya mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kawasan-kawasan industri,” harapnya.

Menurutnya, berdasarkan data di Kementerian KLHK RI setidaknya ada 60 juta ton limbah yang harus ditangani. “Artinya, opportunity masih besar sekali yang bisa dilakukan di Indonesia dan dapat mendorong perputaran ekonomi. Selamat kepada PPLi atas peresmian insinerator yang tercanggih dan terbesar di Tanah Air,” pungkasnya. (eli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.