oleh

Lupa Pakai Masker, Dendanya Nyapu Sampah dan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

-Megapolitan-209 views

POSKOTA.CO – Lupa pakai masker menjadi sebuah alasan bagi para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat Jilid II. Puluhan pelanggar ini terjaring Pegawai Penyidik Negeri Sipil (PPNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Johar Baru ketika menggelar Operasi Yustisi 2020 di kawasan, Jalan Percetakan Negara II, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2020).

Selain, lupa alasan para pelanggar dari mulai anak-anak hingga berusia dewasa ini tidak mematuhi penerapatan protokol kesehatan saat berada di luar rumah malah cengar-cengir. “Maaf pak Satpol PP maskernya lupa dipakai karena ketinggalan di rumah,” ujar salah satu pelajar ketika terjaring operasi razia masker.

Koordinator Satpol PP Kecamatan Johar Baru, Abror tidak menghiraukan alasan bagi para pelanggar yang terjaring. Satu persatu para pelanggar langsung digiring petugas untuk didata dan disanksi hukuman kerja sosial. “Alasannya klasik, lupa pakai masker, ketinggalan dirumah karena buru-buru,” ucap Abror sambil ngelus dada.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Johar Baru, Rojikin menambahkan, untuk menyadarkan masyarakat supaya jera dan tidak lagi mengulangi alasan lupa pakai masker. Mereka dikenakan sanksi progresif. “Totalnya ada sebanyak 43 pelanggar yang dikenakan sanksi progresif,” ungkap Rojikin.

Sanksi progresif bagi para pelanggar, kata Rojikin antara lain yakni membersihkan sampah di jalanan selama 60 menit dan memakai rompi pelanggar PSBB, kemudian tambahannya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafal Pancasila.

Ditambahkan Rojikin, dari 43 pelanggar hanya 1 pelanggar yang memilih membayar denda administrasi sebesar Rp 250 ribu yang dibayarkan langsung melalui Bank DKI dan 42 pelanggar dikenakan sanksi hukuman progresif. “Kegiatan Operasi Yustisi 2020 di gelar pada pukul 15.15 hingga pukul 17.15 Wib melibatkan puluhan petugas terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, aparat kelurahan, kecamatan dan FKDM,” ujarnya. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *