oleh

Kondisi Eksisting Masih Semrawut, Pemprov DKI Ingin Dudukkan Jakarta Pada Peringkat 20 Besar Kota Global

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta memiliki impian besar untuk mendudukkan posisi Jakarta pada peringkat 20 besar kota global. Sepertinya hal itu susah diwujudkan jika penanganan masalah macet dan banjir masih berjalan di tempat, sedangkan Ibukota ini masih bertengger di peringkat 70 kota dunia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno memaparkan, Pemprov telah menetapkan peta jalan jalan Jakarta menuju 20 besar kota global. “Untuk mewujudkan cita-cita tersebut butuh kerja sama dari seluruh stakeholder untuk meningkatkan pelayanan dan pembangunan bertaraf internasional,” kata Rano kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/9).

Sehari sebelumnya, Rano juga memaparkan hal serupa dalam Rapat Paripurna Jawaban Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD DKI Jakarta, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 di gedung DPRD. Bahkan legalitasnya tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 294 tahun 2025 tentang Peta Jalan Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global.

“Peta jalan Jakarta menuju 20 besar kota global memang menekankan bahwa Program Kota Global  tidak bisa berdiri sendiri. Melainkan berakar pada kebutuhan nyata warga serta agenda pembangunan berkelanjutan kota,” katanya di hadapan segenap anggota DPRD DKI Jakarta.

Menurut Rano, fokus utama program tersebut sejalan dengan program prioritas Pemprov DKI Jakarta saat ini. Misalnya dalam hal peningkatan layanan publik dengan penguatan digitalisasi layanan, akses kesehatan, dan pendidikan inklusif. Lalu transportasi terintegrasi dengan memperluas integrasi MRT, LRT, TransJakarta, dan moda mikro dengan sistem tiket terintegrasi.

Kemudian, peningkatan kualitas lingkungan dengan program pengendalian polusi udara, manajemen air berkelanjutan dan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Lalu perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Dengan target, Jakarta menuju ruang publik hijau yang memenuhi standar kota global sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga,” tandasnya.

Sejumlah Dewan mengingatkan bahwa Program Kota Global yang digagas Gubernur Pramono jangan sebatas retorika saja. Rumusannya sudah bagus, tapi realitanya harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Untuk mewujudkan kota global, Jakarta harus bersih dari kesemrawutan, banjir, dan sebagainya. Sedangkan kondisi eksisting, masih banyak fasilitas publik yang diokupasi oknum warga. Jumlah pengamen dan pengemis makin merajalela. Angka pengangguran juga melonjak. Hal ini harus ditangani dengan sungguh-sungguh. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *