POSKOTA.CO-Mempermudah proses Selly (46) dari proses rawat jalan hingga proses pemulihan pasca operasi, BPJS Kesehatan bantu Selly dalam pengobatan hingga penyembuhan kanker ovarium. Perawatan yang dilakukan difasilitas Kesehatan yang telah terintegerasi dengan BPJS Kesehatan, Selly Merasakan manfaatnya secara langsung. Sebagai peserta JKN, Ia merasa dipermudah dengan serangkaian proses administrasi di rumah sakit tempatnya menjalankan pengobatan.
“Saya memang sudah ikut dalam kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak lama, dari semasa kondisi badan saya sehat bugar, lalu tanpa diduga terkena kanker, hingga Akhirnya sembuh kembali dari kanker. Dalam hal ini saya sadari kalau memang memperhatikan keaktifan kepesertaan dalam Program JKN itu merupakan hal penting. Kita tentu tidak ada yang mau bahkan berencana untuk jatuh sakit. Tetapi, musibah memang tidak ada yang tahu. Memang subsidi silang yang menjadi sistem utama BPJS Kesehatan ini sangat memberikan benefit bagi seluruh pesertanya,” sebutnya.
Selly yang bekerja sebagai pegawai BUMN menyebutkan, bahwa nominal menjalankan operasi pengangkatan sel kanker pada saat itu bernilai puluhan juta rupiah. Belum lagi, bila dihitung dari biaya rawat inap, serta pengobatan lainya yang mana sangat familiar bahwa obat kanker memiliki harga yang tergolong tinggi. Selly meyakinkan jika semua dilakukan dengan pembayaran secara pribadi dapat mencapai ratusan juta rupiah, karena proses rawat jalan yang dilakukannya dapat dikatakan cukup intensif.
Disamping itu, tidak sedikit pasien lainnya di rumah sakit yang sama yang sedang menjalankan kemoterapi berstatus aktif sebgaai peserta JKN juga. Walaupun melalui proses administrasi yang memang cukup panjang demi kelengkapan berkas pasien, tetapi para pasien turut merasakan benefit pada kemudahan dalam pengurusan biaya administrasi.
“Belum lagi, proses terapi yang dijadwalkan dalam kurun waktu setiap tiga bulan sekali. Terapi dengan radiasi ini kan memang ditujukan untuk membunuh sel kanker yang dikhawatirkan masih
Tersisa di badan saya, obat yang dimasukkan melalui alat infus saja kalau dengan biaya pribadi sudah membuat sesak kantong. Ditambah lagi, tidak sedikit obat-obat tambahan yang perlu dikonsumsi baik sebelum maupun setelah setelah menjalankan kemoterapi, mulai dari anti mual, Pereda nyeri, serta obat lainnya yang akan diresepkan,” tambahnya. (*/fs)







Komentar