oleh

Imigrasi Tingkatkan Pengawasan Orang Asing di Kepulauan Seribu

POSKOTA.CO-Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Priok, Abdi Widodo Subagio mengatakan, rakor ini membangun sinergitas pengawasan orang asing dalam rangka medukung kegiatan pariwisata di Kepulauan Seribu. Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi (rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), Kamis (15/9/2022).

“Pengawasan orang asing harus bersifat profesional memberikan rasa nyaman, tentaram dan kemudahan dalam investasi. Bukan berarti menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh orang asing,” katanya.

Tetapi, menurut Abdi, hal itu untuk meminimalisir pelanggaran baik sisi administrasi maupun kegiatan bagi orang asing yang bertujuan wisata, investasi dan usaha yang datang ke wilayah Indonesia khsusunya di ke Pulau Seribu.

Abdi menambahkan, rakor ini untuk menginformasikan tentang kemudahan berwisata pada masa pademi COVID-19 yang dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional khususnya di wilayah kabupaten Kepulauan Seribu.

“Pariwisata di Kepulauan Seribu saat ini telah menjadi magnet untuk wisatawan internasional, karenanya pengawasan aksebilitas orang asing sebagai wisatawan sangat diperlukan,” tambahnya.

Sementara, Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengatakan, rakor Timpora ini diharapkan membawa perubahan, harapan dan kenyamanan bagi warga maupun orang asing yang datang berlibur ke Kepulauan Seribu.

“Apresiasi kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Priok yang sudah membentuk Tim PORA di wilayah Kepulauan Seribu. Diharapkan dapat membangun sinergitas antar Instansi Pemerintah dan dapat dijadikan wadah untuk saling bertukar informasi guna memudahkan dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di Kepulauan Seribu,” jelasnya.

Bupati menyampaikan, pembangunan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu terus ditingkatkan dengan upaya menambah sejumlah destinasi wisata yang kekinian dan diharpakan menjadi daya tarik wisata berskala internasional. Apalagi, sambung dia, Kepulauan Seribu telah menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata nasional.

“Infrastuktur pendukung pariwisata menjadi concern, tentunya kita harus terus berinovasi untuk menciptakan objek dan atau ikon wisata yang menjadi destinasi para pengunjung, selain meningkatkan karaktaristik dan mentalitas kepariwisataan,” tukasnya. (furqon/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *