oleh

Dilepas dari Anjungan TMII, 40 Biksu dari Empat Negara Berjalan Kaki Menuju Candi Borobudur untuk Rayakan Waisak

JAKARTA – Sebanyak 40 biksu dari sejumlah negara yang akan melaksanakan ritual thudong di Candi Borobudur secara simbolis dilakukan pelepasan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (14/5) malam. Mereka akan merayakan Tri Suci Waisak 2568 BE dengan berjalan kaki menuju  Candi Borobudur  di Magelang, Jawa Tengah.

Puluhan biksu itu sendiri berasal dari empat  negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Indonesia. Mereka pun dilepas dengan serangkaian ritual dan di awali dengan sesi pengambilan lentera air dan menuliskan harapan di Anjungan Yogyakarta, Komplek TMII.

Ketua Panitia Thudong 2024, Susy Yang SM mengatakan, tradisi Thudong yang dilakukan di Indonesia diharapkan berdampak positif dan mampu mengampanyekan tentang toleransi antar umat beragama di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai teladan sang Buddha pun dilestarikan. Untuk itu marilah sama-sama kita tunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Indonesia hidup rukun berdampingan dan penuh toleransi,” kata Susy Yang.

Dikatakan Susy Yang, perjalanan Bikkhu Thudong dimulai pada tanggal 14 Mei hingga 30 Mei. Sebanyak 40 Bikkhu Thudong dilepas dari TMII untuk melakukan perjalanan di Semarang menuju Candi Borobudur untuk merayakan Hari Waisak pada Kamis tanggal 23 Mei 2024. “Sebelumnya para biksu telah melakukan ritual sakral di beberapa candi di Indonesia, serta singgah di sejumlah tempat ibadah vihara dan klenteng,” ujarnya.

Ia menambahkan sudah sepantasnya Indonesia bangga  memiliki Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia. Para bhiksu dapat lebih mudah beribadah Tri Suci di Indonesia. Para wisatawan dapat menikmati dan belajar kebudayaan, menikmati pariwisata di Indonesia,” tambah Susy.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pada hari yang sakral ini tentunya membuka kegiatan ritual Thudong bagian dari sebuah keharmonisan dalam menyatukan keberagaman, agama, suku dan budaya dalam satu bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Atas arahan Bapak Presiden untuk memajukan wisata religi, target 300 ribu peserta wisatawan berkumpul di destinasi super prioritas di Candi Borobudur,” tutur Sandiaga Uno.

Dikatakan Sandiaga, Borobudur adalah warisan dunia yang terdaftar di UNESCO, menjadi katalisator meningkatkan pengunjung wisata dunia. Membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat. “Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak kepada seluruh umat Buddha di dunia,” pungkas Sandiaga. (Ifand/jo)

Foto : Para Biksu yang akan dilepas berjalan kaki ke Candi Borobudur. (Ifand)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *