oleh

Wayang, Tatanan, Tuntunan dan Tontonan

-Komunitas-57 views

Peringatan merupakan suatu penanda dan sebagai wujud apresiasi atas sesuatu juga sebagai upaya pelestarian atau pentradisian. Demikian halnya dengan hari wayang pada tanggal 7 Nopember sbg peringatan dan tanda bahwa wayang sebagai ikon peradaban bangsa.

Wayang merupakan refleksi jiwa manusia dan refleksi atas perilaku dampak bahkan karma atas pikiran perkataan dan perbuatan. Wayang sudah ada ribuan tahun yang lalu berbagai karakter modelpun di ciptakan dari generasi ke generasi.

Wayang bukan sekedar benda dan performance namun ada karakter jiwa dan ada pesan pesan luhur sbg pembelajaran bahkan hiburan. Pada wayang ada tatanan tuntunan bahkan tontonan. Kesemua itu saling kait mengkait.

Wayang dalam berbagai episodenya atau penggalan pemggalan ceritanya masih dapat menjadi refleksi kehidupan di masa kini. Wayang pada umumnya mengacu pada kitab besar ramayana dan mahabarata. Namun sebenarnya wayang juga memiliki karakter kedaerahan yang memanfaatkan kearifan lokal dan menyesuaikan corak masyarakat dan kebudayaannya.

Wayang dalam kategori bentuk dan performancenya berkembang begitu luas setidaknya sbb :
1. Wayang Purwo dapat berupa wayang kulit yang pakemnya kitab Ramayana dan Mahabarata. Dalam gagrak surakarta dan jogjakarta. Penampilannya bisa berbagai gaya misalnya : gaya solo gaya jogja gaya jawatimuran gaya banyumasan ada juga gaya cirebonan juga gaya pesisiran dsb.
2. Wayang golek ala sunda ala jawa semua dengan karakter yang merefleksikan kearifan lokalnya.
3. Wayang beber yang menggambarkan kisah Raden Panji Jaka Kembang Kuning demgan Dewi Sekartaji yg sudah ada sejak jaman kediri.
4. Wayang Sadat yang mengisahkan tentang ajaran agama Islam
5. Wayang Wahyu yang mengisahkan tentang Yesus Kristus
6. Wayang kamardikan yang mengisahkan tentang perjuangan Bangsa Indonesia untuk merdeka
7. Wayang Diponegoro mengisahkan perjuangan dan perlawanan Pangeran Diponegoro thd penjajah Belanda
8. Wayang kampung sebelah yang mengisahkan tentang kritik atas masalah sosial yang terjadi
9. Wayang Untung suropati yang mengisahkan Untung Suropati mengalahkan Kapten Tack
10. Wayang kancil mengisahkan tentang cerita kancil
11. Wayang jataka mengisahkan tentang nilai nilai luhur dr relief borobudur
12. Wayang Potehi yang berkisah dg berbasis tentang kisah kisah dari tionghoa

Dan masih banyak lagi hal yang dapat dikembangkan dalam wayang. Materi wayang sendiri dapat dari kulit binatang, dari kardus, dari rumput, dibuat dalam kain bentuk beber, sampah barang2 sisa ( uwuh), kaca, logam,batu dalam relief dan patung dan berbagai bentuk material lainnya.

Sukasman Sigit mengembangkan dalam bentuk wayang ukur yang memiliki gaya yang khas. Para dalang pun memiliki gaya sbg karakternya. Ki narto sabdo, ki hadi sugito, ki anom suroto, ki timbul hadi prayitno, ki manteb sudarsono, ki enthus susmono, ki warseno slank, ki seno nugroho, ki slamet gundono, sujiwo tejo, asep sunarya, dan banyak lagi lainnya.

Wayang begitu kompkeks bahkan apa yang dibuat seniman brut ni nyoman tanjung juga berupa wayang2 yang entah apa ceritanya. Para pelukis wayang juga sangat beragam dari tradisional sampai kontemporer. Petrus herjaka konsisten melukis wayang dalam bernagai bentuk dan kisah.

Pak Tugiman pelukis wayang beber kraton Mangkunegaran. Ada pak Narimo, ibu istiarningsih ( bu ning), ada pak rastika pembuat wayang dalam lukisan kaca, ada juga sastro gambar dsb. Ada juga wayang bali dalam gaya kamasan, atau gaya wayang kulit dan karya2 maestro lukis maupun patung memgisahkan tentang wayang. Seperti i gusti nyoman lempad, i nyoman tjokot walau dalam gaya ekspresif magis dan primitif, ida bagus made poleng dan sebagainya.

Kisah wayang dapat mengacu dari Ramayana, Mahabarata, Arjuna Wiwaha, Sutasoma, legenda legenda, fabel, cerita rakyat, dongeng, sejarah perjuangan bangsa,kisah kisah fiksi dan banyak hal lain sesuai konteksnya. Bahkan masalah politik dan kritik sosialpun bisa ditampilkan dalam wayang.

Corak kain batik kuluk hingga senjatanya juga memiliki makna beragam semua menunjukkan simbol2 atas refleksi kehidupan. Wayang warisan budaya adiluhung yang wajib kita jaga dan lestarikan dan tumbuhkembangkan. Indonesia sangat kaya akan seni budaya dan wayang demgan ragam cerita yang sarat nilai luhur.

Kecintaan akan wayang memang bisa naik turun seperti arus gelombang walau sudah ada musium wayang milik pemerintah maupun perorangan, ada perkumpulan dan komunitas dar dalang sampai penggemar wayang, ada banyak buku tentang wayang, ada pusat pusat studi wayang dan seniman2 yg terus berjuang dan bertahan dlm karya wayangnya. Namun semua itu tetap harus dibangun literasi wayang indonesia agar terus dapat bertahan hidup tumbuh dan berkembang. Jakarta 7 Nopember Hari wayang nasional. (Cryshnanda DL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *