oleh

PAMERAN ROAD SAFETY POLICING

-Komunitas-110 views


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

ROAD safety policing adalah model pemolisian pada fungsi lalu lintas untuk mencapai tujuan road safety. Tujuan road safety sejalan dengan amanat UU Lalu Lintas Angkutan Jalan, amanat PBB yang tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) untuk:

  1. Mewujudkan dan memelihara lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.
  2. Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan.
  3. Membangun budaya tertib berlalu lintas.
  4. Peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang road safety.

Pameran road safety policing dilakukan untuk:

  1. Menginspirasi.
  2. Menginformasikan sesuatu yang baik dan benar.
  3. Mendorong para pemirsanya peduli akan keselamatan bagi dirinya dan orang lain dalam berlalu lintas.
  4. Meng-counter issue yang negatif atau hoaks.
  5. Menunjukkan solusi.
  6. Menghibur.

Beberapa item yang dipamerkan antara lain:

  1. Prestasi.
  2. Visi atau pemikiran yang jauh ke depan.
  3. Sistem pelayanan publik yang mencakup pelayanan: keamamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi, dan kemanusiaan.
  4. Inovasi-inovasi yang menunjukkan tingkat modernitas dan pelayanan prima kepolisian.
  5. Inisiatif antikorupsi.
  6. Reformasi birokrasi.
  7. Grand strategy.
  8. Supremasi hukum.
  9. Quick response time.
  10.  It for road safety: TMC, SSC, ERI, SDC, Intan, TAR, DMPS, E-TLE, smart management, cyber cops.
  11. Kejadian-kejadian menonjol dan solusinya.
  12. Pembangunan SDM sebagai polantas yang promoter.
  13. Kerja sama lintas sektoral.
  14. Program-program kemitraan polantas.
  15. Hasil riset dan produk-produk ilmiah lainnya.
  16. Data-data lalu lintas dalam infografis.
  17. Produk-produk tertulis, dan sebagainya.

Materi pameran dapat diambil dari berbagai sumber yang divisualkan dalam bentuk film, poster, buku, leaflet, peragaan, dan sebagainya.

Program-program pendukung lainnya dapat disertakan seperti dialog, wawancara, workshop, seminar, focus group discussion (FGD), dan sebagainya.

Kesemua itu merupakan situasi yang dinamis dapat dikembangkan dengan menggunakan kearifan lokal. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *