oleh

Meracik Karya di Perbatasan Malinau Menuju Kaltara yang Berkemajuan di Lintas Utara Pasifik Raya

-Komunitas-84 views

POSKOTA.CO – Garis batas negara didaerah yang berbatasan darat dengan negara tetangga, bukanlah semata mata garis demarkasi, melainkan juga sebagai titik singgung bahkan menjadi struktur kekuatan teritorial/nasional, dari Negara yang berbatasan langsung tersebut Kabupaten Malinau sebagai daerah yang lima Kecamatannya berbatasan langsung dengan Malaysia (kayan hulu, kayan hilir, kayan selatan, pujungan, dan Kecamatan Bahau Ulu).

“Dan posisi tersebut memiliki memiliki peran strategis dalam menjaga titik singgung, sehingga Indonesia mampu memperlihatkan wajahnya melalui sentuhan sentuhan yg dilakukan oleh pemerintahan daerah Kabupaten Malinau sebagai frontliner menjaga perbatasan di utara Indonesia, baik pembangunan fisik Infrastruktur (membuka akses jalan dan jembatan yg menghubungkan semua wilayah di perbatasan dan pedalaman Kabupaten Malinau)

Maupun pembangunan manusianya (membangun Tower untuk kemudahan informasi dan komunikasi dan menjangkau hingga titik terluar dan terjauh sekalipun Se Kabupaten Malinau) termasuk membuka akses dagang serta memberikan Support untuk produk lokal agar berdaya saing dan digunakan tidak hanya untuk masyarakat di tingkat lokal tapi juga negara tetangga bahkan internasional,” kata Dr. Yansen TP, Bupati dua Priode Kabupaten Malinau, Rabu ( 28/10).

Namun demikian hal, tersebut adalah bagian dari kemajuan pembangunan dan konsekuensi logis dari daerah yang mempunyai garis perbatasan panjang akan ada persoalan persoalan baru yg muncul, hukum di lintas batas, narkoba , human trafiking dan lain-lain adalah satu paket problematika di perbatasan yg selalu ada dan butuh sentuhan serius untuk memberikan solusinya.

bupati

“Lebih lanjut, Dr. Yansen TP mengungkapkan faham betul dan bersungguh-sungguh selama ini menyatukan berbagai kekuatan baik satgas di perbatasan, team organik yang ada di Malinau dari Kecamatan hingga Desa dan seluruh masyarakat lokal, begitupun berbagai kebijakan yg harus dilakukan secara cepat dan konstruktif dalam menjawab segala problematika yang terjadi mustahil wajah Indonesia yang ideal itu dapat di banggakan,” ujarnya.

Melalui racikan dan sentuhan seorang Dr. Yansen TP mampu membuktikan bahwa daerah perbatasan bukan lagi sebagai daerah terluar tetapi adalah daerah terdepan Indonesia, dan malinau membuktikan tidak hanya kelak terdepan sekarang dibelakang tetapi Kabupaten Malinau sudah menjadi kebanggaan Indonesia di lintas utara Pasifik Raya.

Sementara itu, Praktisi Hukum Mukhlis Ramlan, mengungkapkan berikutnya lima belas Kecamatan seKalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga menjadi agenda selanjutnya Dr. Yansen TP dalam menjawab segala Problematika perbatasan termasuk menuntaskan persoalan hukum yg terjadi di perbatasan agar Indonesia Bermartabat di mata dunia,” ungkap Mukhlis Ramlan yang juga Wakil Presiden Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air ( FAKTA).(jan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *