oleh

Lezatnya Kambing Balap

POSKOTA.CO – Muanza suatu hari sangat panas dan air sulit, debu di mana mana. Setiap ada kendaraan lewat di depan pos kami debu seperti ditumpahkan. kami seakan harus berjuang menghadapi kabut debu. Walau kami memakai kaca mata gurun namun partikel partikelnya tetap saja menghajar mata dan pernafasan.

Kami menggeser pintu pos kami tidak langsung ke jalan tetapi menghadap ke samping ke rumah dokter Bimbo laguncu dari Nigeria. Dokter Bimbo bekerja pada UNHCR. Membantu mengatasi masalah kesehatan para pengungsi. Saya berpikir pikir jangan jangan Muanza ini daerah penampungan pengungsian.

Kalau iya hati saya sedikit senangbberarti daerah aman. Kalau tidak ini berarti daerah tidak jelas. Kadang aman kadang tidak aman. Kalau aman mengapa kalau tidak aman mengapa pula. Setelah berpikir membuat pening dan ragu akhirnya saya tidak lagi memikirkan aman atau tidak, apapun yang terjadi ya pasti terjadi, Muanza rumah kita.

Jadi teringat lagunya Ahmad Albar ” rumah kita” tanpa anyelir tanpa lukisan …. Bedanya kalau Ahmad Albar menyanyikan hanya dinding bambu… maka saya nyanyikan hanya dinding tenda …. apa mau dikata…kita sudah ditempatkan di Muanza…. lagu itu menghibur sekaligus menguatkan jiwa.

Membunuh waktu inipun perjuangan berat. Suatu hati George orang lokal bercerita ada yang punya kambing. Wah asyik juga pikir saya. Membayangkan litle house in the prairi. Saya tanpa pikir panjang berkata oke george kita beli. Saya datangi yang punya kambing ternyata hanya satu. Walah ini mah buat di sate.

Singkat kata kami beli kambing itu. Tatkala sampai di Pos saya berkata kepada George untuk mengikat di bawah pohon mangga. Kawasan pos yg kami tempati cukup luas ada sepuluh pohon mangga besar. Saya ke toilet sebentar. Belum sampai 3 menit terdengar George berteriak teriak kambingnya lepas. Wah … masalah lagi pikir saya.

Letnan Satu Chryshnanda bersama warga setempat

George berupaya mendekati kambing yang lehernya masih bertali. Kambing ini menjengkelkan juga malah semakin menjauh ke dekat stasiun kereta api yang sudah hancur. Kasian kalau George sendiri yg mengejar, kebetulan ada anak anak kecil di dekat pos setitar 12 an anak saya berkata kejar kambingnya saya beri 1500 meticais kalau tertangkap.

Anak anak semangat sambil berteriak girang kambingnya terkejut dan berlari. Anak anak itu mengejar kambing yang berlari di pinggir rel kereta api. Saya terheran heran kuat kuat anak anak itu. Saya langsung starter mobil dan ikuti dari jalan raya. Di ujung rel kira kira hampir 500 m kambing itu tertangkap. Mereka membayangkan akan dapat uang.

Sayapun lega dan mengajak anak anak naik ke bak double cabin mobil saya. Mereka seperti saling menceritakan kebanggaanya. Saya tidak paham bahasa mereka. Sesampai di pos saya membagi mereka per anak 1.500 meticais. George pun lega kambingnya tertangkap. Hari sudah hampir tengah hari, saya berkata kpd George untuk menyembelih kambing. George senang tetapi caranya bagaimana. Untungnya saya sudah diajari Mayor Andayono menyembelih kambing.

Kaki kiri diikat dan ikatanya dikaitkan pohon yang kuat. Kaki kanan diikat dan dikaitkan pada benda yg kuat atau kita injak. Baru mengamankan kepala lambing dan sret sekali tebas selesai. Mulai menggantang kambing dan mengulitinya. Agar tidak bau dagingnyabkandungbkemih dan empedu tidak boleh pecah.

Setelah selesai jeroan kambing akan dibuang. Saya bilang goerge jangan dibuang ini muito bo atau bagus sekali. Saya membuat welat pisau dari kayu kecil untuk membelah usus kambing. Dan membersihkan isinya. Mencuci babatnya. Memotong hati usus babat. Ini buat gule kata saya. Besik beli bumbu dulu.ini simpan di kulkas.

Kami mulai memotong motong daging kambing itu membakarnya dan memberi kecap. Aroma sedap menyembul ke hidung kami. Bumbu2 yg bisa pakai kita cobakan. Ternyata mmg muito bo untuk dinikmati. Kambing balap lezat entah karena lapar atau karena enak sungguhan kami tidak memikirkan lagi.(cdl) Diceritakan cerita lama dari kampoeng semar Gong xi fat chai

 46 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *