oleh

Konser Virtual ‘Symphony Band’ Ingin Mengulang Era 80-an

-Komunitas-298 views

POSKOTA.CO – Remaja era tahun 1980an yang mengakrabi musik pop pasti kenal Symphony Band yang digawangi Fariz Roestam Moenaf, Ekki Soekarno, Herman G Effendy, dan Jimmy Paais.

Mereka telah melahirkan sejumlah album rekaman dengan lagu-lagu yang cukup hits, bahkan tetap aktual jika didengarkan sekarang.

Setelah 38 tahun sejak kehadiran pertamanya di tahun 1982, band pengusung musik ‘new wave pop’ itu akan tampil dalam konser virtual. Persiapan mereka sudah matang, seperti diungkapkan para personelnya.

“Walau tidak tampil full team, kami akan memberi kisah yang terbaik dalam musik dan lagu kepada penggemar lawas maupun milenial di konser nanti,” kata vokalis “Symphony Band” Fariz RM saat press gathering via zoom meeting, Rabu (2/12/2020) malam.

Symphony Band mendapat jadwal tampil hari Minggu, 6 Desember 2020 malam di acara “Konser 7 Ruang”, yang ditayangkan melalui kanal Youtube dan Facebook Live DSS Music.

Hadir dalam press-gathering, antara lain musisi Tony Wenas personel Symphony Band yang sebelumnya aktif dalam kegiatan corporate sebagai direktur di PT Freeport. Dia mengaku rindu tampil bersama Fariz RM. “Konser kali ini sangat berbeda, tak hanya membawakan lagu dan musik tapi ada semacam jumpa penggemar,” kata Fariz RM.

Diakuinya menggelar konser di masa pandemi Covid 19 sangat sulit dan menantang. “Situasi ini berbeda dengan kondisi normal. Tapi kami ingin kita semua yang nonton konser mendapat nuansa kisah nostalgia. Sebab tampilan utama Symphony nanti menyertakan kilas cerita. Jadi semacam konser yang bertutur,” ujar Fariz RM.

Sebagai catatan, menurut Fariz dia senang bisa nyanyikan lagu-lagu dari album perdana tahun 1982. “Tony dan saya akan coba hadirkan nostalgia itu,” katanya tentang konser, yang hasil donasinya digunakan untuk para seniman dan musik yang terdampak pandemi.

Ungkapan senada disampaikan Ekki Soekarno, yang mengaku masa latihannya terasa cepat walau dilakukan sejak lama. “Saat ini tak bisa seperti dulu. Tapi mudah-mudahan bisa. Bahwa musik bisa diprogram, itu benar. Tapi napas gak bisa diprogram haha,” kata Ekki.

Tantangan lainnya, menurut Tony Wenas adalah membawakan lagu-lagu Symphony yang terkenal memiliki lirik bertutur panjang. “Lirik setiap lagu bisa sampai 5 halaman folio sendiri,” kata Tony yang menjamin urusan ‘sound’ tetap bisa terdengar seperti dulu. “Bisa baguslah soal sound-nya.”

Tony membandingkan kibor yang dulu dipakai oleh setiap personel bisa 4-5 buah. Sekarang setiap orang cukup pegang dua kibor. “Yang pasti ciri khas lagu, misalnya yang dinyanyikan Fariz akan dihadirkan maksimal,” jelas Tony Wenas.

Sejarah “Symphony Band”

Ihwal bergabungnya Tony Wenas di Symphony Band, wartawan musik senior Gideon Momongan mengatakan, tahun 1982 di Album pertama bertajuk “Trapesium”, Symphony Band masih digawangi Fariz RM (bass), dan Ekki Soekarno (drums).

“Mereka berdua ditarik oleh pendiri “Symphony” yaitu almarhum Jimmy Paais (gitaris dan penulis lagu terutama lirik atau syair lagu), dan Herman Gelly (kibordis),” kata Dion Momongan pada poskota.co selepas press-gathering.

Lanjut Dion, Tony Wenas bergabung dengan Symphony di album kedua bertajuk “Metal” (1983) setelah diajak oleh Fariz RM dan disetujui oleh personel lainnya.

“Karena Symphony butuh vokalis lain agar Fariz tidak terlalu menonjol sendiri. Maklum jaman itu, Fariz lagi kencang-kencangnya terutama di solo album,” jelas pria Manado yang akrab disapa Dion.

Symphony Band dalam formasi lengkap lima orang terjadi saat tampil secara live di program “Zona80” Metro TV tahun 2009. Setahun kemudian, Jimmy Paais meninggal dunia.

Tahun 2016 Symphony Band mengadakan konser di Jakarta tanpa kehadiran Jimmy. Namun, penampilan mereka dilengkapi dengan musisi pendukung.

Pada 6 Desember 2020 nanti, Symphony akan tampil dengan formasi bertiga yaitu Fariz RM, Tony Wenas, dan Ekki Soekarno. Herman Gelly absen karena masih sakit dan diganti musisi pendukung yang sama seperti di tahun 2016. (tis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *