oleh

Jangan Gores Hati dan Perasaan Kedua Orang Tua

Assalamu`alaikum Warohmatuhlohi Wabarokatuh, Saudaraku pembaca setia poskota.co

Allah Azza Wajalla setelah merintahkan ketauhidan (aqidah) kepada umat Nabi Muhammad SAW, kemudian dilanjutkan dengan perintah berbuat baik kepada kedua orangtua (ibu-bapak). Bahkan berbuat birrul waldain  memperoleh pahala melebihi jihad di medan perang. Karena itu, untuk mencapai keridhoan Allah tergantung kepada sejauh mana keridhoan kedua orangtua. Azab terhadap orang durhaka kepada orangtua akan menanggungnya di dunia maupun di akhirat. [syamsir/pensiunan wartawan]

Bismillahirrohmaanirrohim.
Assalamualaikumwarahmatullohi wabarokaatuh

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ
شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَه
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Allahumma sholli wassallim `alaa haazan nabiyil karim. Muhammad wa`ala `alihi wa ashhabihi waman tabi`i `ahum bi ihsaanin ila yaumiddiin.
`Amma ba`du

Fayaa ayyuhannas: Wushikum wa iyya bitaqwa Allah Faqodfazal muttaqun.

Qoolallaahu Ta`ala fil Qur`anil Karim, A`uzulu billahi minas shoitonirrozim.
Bismillalahirrohmanirohim.

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً
كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ
وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ
اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى
ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ

وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ
مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Shodaqollahul adzim washodaqo Rasulullahul. Aamin.

Jemaah Sholat Jumat Yang Dimuliakan Allah SWT

Marilah kita banyak bersyukur dengan ucapan Alhamdulillah, atas nikmat yang kita peroleh, nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat rezeki, nikmat taufiq dan hidayah.

Sholawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Allahumma Sholli`alaa sayyidina Muhammad wa`ala ali sayyidina Muhammad.

Jemaah Sholat Jumat Rohikumullah.

Pada awal khutbah tadi, saya membacakan Firman Allah SWT dalam Surah Annisa ayat
36, berbunyi:

۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى
ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ
وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ
مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya mu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS Annisa 36).

Saudaraku Seiman Karena Allah.

Allah SWT memperingatkan umat-Nya, ummat Nabi Muhammad SAW untuk menyembah Allah, dan jangan coba-coba untuk mempersekutukan Allah dengan bentuk atau jenis apa pu.

Allah itu ahad, Esa (tunggal), tidak terbilang. Tidak beranak dan diperanakkan. Dalil atau dasar hukumnya adalah, Surat Al Ikhlas ayat 1 sampai dengan 4.

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (1) “Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.(2) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3). “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.”(4), وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا
أَحَدٌۢ “Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”

Pembelajaran nya adalah bahwa pendidikan Aqidah atau Tauhid itu penting, di rumah atau keluarga, maupun di lembaga pendidikan formal dan nonforml. Karena persoalan aqidah tidak ada kompromi. Tidak ada deal atau kesepakatan, pengamalan aqidah harus tegas dan tegak lurus, tidak boleh plin plan, tidak boleh condong ke kiri dan condong ke kanan.

Firman Allah SWT pada surah Al Kaafiruun ayat 6. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ “Untukmu agamamu, dan untukku, agamaku.”

Soal kemasyaratan, interaksi sosial, hubungan muamalah, ajaran Islam menganjurkan bahkan melindungi siapa pun. Jangankan umat manusia, alam semesta, binatang makhluk Allah di muka bumi ini, pun dilindungi. Itulah konfrehensifnya ajaran Islam.

Maka sungguh jelaslah bahwa ajaran Islam adalah Rahmatan Lil`alamin bukan ajaran yang menimbulkan ketakutan. Oleh karena itu, sangat keliru jika ada yang menuding ajaran Islam penuh kekerasan.

Jemaah Sholat Jumat Yang Insya Allah Dimuliakan Allah.

وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا “Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua (ibu-bapak).”

Pada surah Al Ahqaf ayat 15, Allah SWT berfirman:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَٰنًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا
وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا

Artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang (ibu-bapaknya), Ibunya mengandung dengan susah payah. Mengandung hingga menyusuinya tiga puluh bulan.”(QS Al Ahqaf 15).

Diperkuat lagi dengan Firman Allah SWT Surah Lukman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى
عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Artinya:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.”(QS Lukman 14).

Jamaah Jumat Yang Dimuliakan Allah.

Seorang anak, meski pun sudah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada orangtuanya. Sebab kasih sayang orangtua kepada anaknya berlaku sepanjang masa atau sepanjang hayat di kandung badan.

Dari kecil kita diasuh, dididik dan dituntun untuk hidup mandiri. Dari bayi hingga dewasa kita diasuh dan dididik. Tidak masuk akal andai ada anak yang durhaka kepada orangtuanya. Dia lebih cinta dan sayang kepada istri atau suaminya, Lebih cinta kepada harta dan jabatannya, sementara orangtuanya sendiri yang sudah tua renta, pikun, lemah da sebagainya dia dibiarkan hidup terlunta-lunta.

Bahkan tidak sedikit orang yang menganggap orangtuanya, yang sudah lemah fisik menjadi beban hidup dalam keluarganya. Dan tidak jarang orangtuanya dikirim ke panti jompo karena tidak mau repot mengurus orangtua kandung sendiri. Malah ada yang malu melihat kondisi orangtua. Sungguh memilukan apabila ini benar-benar terjadi.

Masih ingat dengan kasus dua anak tega melaporkan ibunya ke polisi, gara-gara memperebutkan warisan. Berita ini sempat viral karena seorang penyidik perwira polisi menolak laporan itu. Perwira polisi ini meminta kedua anak yang tengah sengketa minta maaf dan bersujud kepada ibu mereka sendiri.

Jalan yang haq untuk menggapai ridho Allah dan ridho orangtua, tidak ada yang lain kecuali berbuat baik (Birrul walidain). Allah SWT menegaskan setelah perintah manusia bertauhid, Allah Azza wa jalla memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orangtuanya.

Birrul Walidain adalah amalan paling utama dan bahkan melebihi jihad ke medan perang.

Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (Hasan. at-Tirmidzi : 1899, HR. al-
Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394).

Pada hadist lain, Abdullah bin ‘Amru radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW bersabda:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الجِهَادِ،
فَقَالَ: «أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟»، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: «فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

“Seorang pria mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta izin beliau agar diberangkatkan berjihad. Maka beliau bertanya,”Apakah kedua orang tua Anda masih hidup?” Pria tersebut menjawab,”Iya”. Maka Nabi pun berkata, ”Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.” (Shahih. HR.Bukhari: 3004 dan Muslim : 5).

Saudaraku Seiman Karena Allah.

Banyak diantara kita sudah tidak memiliki ayah ibu lagi. Mereka telah menghadap Ilahi Robb, namun banyak juga yang masih memiliki kedua orangtua yang lengkap.

Bagi yang sudah tidak punya ayah dan ibu. Jangan bersedih untuk berbuat baik meskipun orangtua kita telah tiada. Hal itu dapat dilakukan dengan menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang dikasihi dan disayanginya yang masih hidup di dunia ini.

Kemudian memperbanyak doa ampunan, bersedekah, memanfaatkan harta warisan yang ditinggal orangtuanya untuk amal jariyah atas nama orangtua. Doa anak untuk orangtuanya akan diijabah Allah SWT.

Melalui mimbar yang mulia ini, khotib mengajak seluruh jemaah,marilah bersama-sama teruslah berupaya berbuat baik kepada kedua orangtua. Mereka lah yang banyak jasanya. Mereka lah yang pantas dan layak jadi guru besar kita. Mereka lah yang sebenarnya pahlawan dalam kehidupan dan penghidupan kita.

Kita bisa seperti sekarang ini. Punya rumah, punya kendaraan, bisa tinggal dan hidup sederhana atau serba berkecukupan, karena andil dan jasa orangtua. Mereka mendidik, menyekolahkan kita, mengasuh, merawat dan membina untuk hidup tetap optimis. Sekarang kita sudah menikah, punya anak, punya cucu dan telah menyandang status sebagai orangtua. Mari kita didik dan pelihara anak, istri, suami dan seluruh keluarga kita dari ancaman siksa api neraka. Ajarkan kepada mereka untuk berbakti kepada kedua orangtuanya.

Kalau mau sukses dalam pekerjaan atau karir minta ridho kepada kedua orangtua. Itu kunci utama kesuksesan.

Durhaka kepada orangtua, azab nya bukan hanya di akhirat nanti, tapi di dunia pun sudah merasakan betapa dahsyat azab Allah, apatah lagi di yaumil akhir nanti.

Sebaliknya, untuk menggapai pahala dengan cara mudah ya berbakti kepada orangtua. Jika orangtua sudah ridho, Insya Allah segala urusan lancar dan sukses.

Terakhir, jangan sekali-kali menyakiti hati ayah ibu mu. Jangan gores hati dan perasaannya. Jangan biarkan mereka menangis akibat ulah dan tingkah laku kita sebagai anaknya. Bahagia kan mereka di dunia dan akhirat semampu kita. Sayangi mereka dengan tulus dan ikhlas.  Kalau sudah tiada baru terasa. Insya Allah.

Demikian khutbah ini disampaikan, Yang benar datang dari Allah, yang salah tentu dari diri pribadi khotib sendiri. Tiada gading yang tak pernah retak. Manusia tempatnya salah dan khilaf.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ
مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ الرَّحِيْ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ
حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ
يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ
اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى
سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ
الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ
رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ
اِمَامًا.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ, اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله
الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ
يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *