oleh

ICK Minta Pengamanan Kece Korban Penganiayaan Napoleon Diperketat

POSKOTA.CO – Tersangka penista agama Muhammad Kosman alias Mohammad Kece sudah membuat laporan polisi (LP) terkait tindakan Irjenpol Napoleon Bonaparte terhadap dirinya. Laporan itu, LP: 0510/VIII/2021/Bareskrim pada 26 Agustus 2021.

Muhammad Kece melaporkan Irjenpol Napoleon yang diduga menganiaya dirinya di dalam Rutan Bareskrim Polri. “ICK prihatin, petugas Rutan Mabes Polri teledor atas insiden penganiyaan dengan korban M Kece melibatkan perwira tinggi Polri,” kata Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) Gardi Gazarin SH, dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Menurut Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) periode 2014-2016, aksi kriminal brutal di ruang tahanan yang terpantau cctv itu tidak diduga, dan berlangsung cepat. “Selain menjadi horor, memalukan, juga karena kelalaian penjaga rutan setempat yang gagal menjaga situasi sejak dini,” kata Gardi Gazarin.

Mengingat M Kece adalah tersangka kasus SARA menonjol, kata Gardi Gazarin, akibat perbuatan penganiayaan terhadap Kece otomatis menimbulkan kritik besar masyarakat. Hingga wajar pascapenangkapan seharusnya mendapat pengamanan cukup.

“Termasuk tatkala Kece masuk, dijebloskan ke Rutan Mabes Polri yang dijaga super ketat jangan terabaikan sampai proses akhir vonis persidangan nanti. Karena itu, apa pun motif penganiyaan harus dituntaskan secara presisi tanpa sedikit pun mengurangi perbuatan pokok Kece atas kasus pelecehan berat terhadap Nabi Muhammad SAW dan agama Islam,” papar Gardi Gazarin.

Wartawan senior media Ibu Kota sebuah harian sore yang sejak dekade tahun 90-an melakukan peliputan di Mabes Polri menyatakan, pelaku penganiayaan penista agama yang dilaporkan Kece adalah sosok pati senior Polri tersangka kasus dugaan suap.

“Tragedi kriminal yang dilakukan menimbulkan emosi Jenderal Polri di lokasi kejadian adalah insiden kekerasan langka dalam rutan markas utama aparat penegak hukum berseragam cokelat. Ironis, keamanan di kawasan tahanan khusus Mabes Polri kok rapuh dan indikasi adanya pelanggaran HAM juga silakan lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) dan Kompolnas serius merespons kasus tersebut secara profesional,” kata Gardi Gazarin.

Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Agus Andrianto telah mengungkapkan pelaku penganiayaan M Kece di rutan adalah Irjenpol Napoleon Bonaparte. Pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini.

Dirtipidum Bareskrim Brigjenpol Andi Rian Djajadi juga mengungkapkan, terlapor atas nama Napoleon Bonaparte dan sudah ada tiga orang diperiksa dalam kasus tersebut. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *