oleh

Akpol Ikon Pendidikan Kader Pemimpin di Masa Depan yang Profesional Cerdas,Bermoral dan Modern

POSKOTA.CO – Akademi Kepolisian (Akpol) merupakan lembaga pendidikan yang mendidik dan menyiapkan kader pemimpin Polri masa depan sebagai polisi yang profesional Cerdas Bermoral dan Modern ( PCBM) sebagai Penjaga Kehidupan, Pembangun Peradaban sekaligus sebagai Pejuang Kemanusiaan.

Kepolisian dapat dimaknai sebagai institusi, sebagai fungsi dan sebagai petugas yang PCBM penjabarannya sbb :

1. Polisi yg profesional menunjukkan pada kompetensi atau keahliannya yg berbasis pada ilmu kepolisian dalam mengimplementasikan smart policing. Petugas yg ahli memiliki mental dan fisik yang siap menjadi pelayan pelindung dan pengayom masyarakat. Di samping itu jg sbg aparat penegak hukum dan keadilan bangsa dalam mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial. Yg mampu diimplementasikan pada operasi yg bersifat rutin, khusus atau kontijensi yaitu kondisi ekstrim sekalipun, agar tetap terwujud dan terjaga keteraturan sosial

2. Cerdas bermoral mampu ditunjukkan bahwa polisi merupakan jalan hidup atau panggilan hidup sbg patriot bangsa. Yg dibangun atas dasar kesadaran tanggung jawab dan disiplin serta mampu menunjukkan kreatifitas maupun inovasinya. Untuk mewujudkan polisi sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban sekaligus pejuang kemanusiaan. Yang memiliki spirit kebangsaan nasionalisme yang tinggi sebagai anak bangsa dalam membangun dan membuat bangsa menjadi berdaulat bertahan dalam kondisi aman damai dan sejahtera. Spirit patriotisme merupakan spirit rela berkorban dengan penuh kesadaran tanggung jawab dan disiplin karena kecintaan dan kebanggaan dalam profesi dan sebagai anak bangsa.

3. Modern konteks pemolisian yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi yg mampu mendukung pd sistem smart policing yg tergelar dalam model conventional policing, electronic policing dan forensic policing. Sehingga mampu memberikan pelayan prima ( cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses) di bidang pelayanan : keamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi dan kemanusiaan.

4. Penjaga Kehidupan
Polisi dengan pemolisiannya sbg penjaga kehidupan yaitu :keberadaan polisi adalah mampu menjamin keamanan dan rasa aman shg warga masy dpt beraktifitas untuk berproduksi. Produktifitas tsb membuat masyarakat dpt bertahan hidup tumbuh dan berkembang. Polisi sbg co producer tdk bermain2 dg hal2 yg ilegal dan tdk membiarkan penyimpangan yg contra productive ( tdk terima suap dan tdk melakukan pemerasan).

5. Polisi sbg pembangun peradaban di mana keberadaan Polisi sbg penegak hukum dan keadilan mampu menunjukkan bahwa hukum sbg simbol peradaban. Di dalam proses penegakkannya adlah untuk : menyelesaikan konflik scr beradab. Mencegah agar jangan terjadi konflik yg lbh luas. Membangun budaya tertib. Agar ada kepastian. Bagian dari mencerdaskan kehidupan bangsa.

6. Polisi sbg pejuang kemanusiaan
Walaupun dg upaya paksa sekalipun konteks humanisme ini yg mjd dasar yaitu pd produktifitas dan peradaban serta keteraturan sosial shg sgl usaha dan upaya yg dilakukan pd tingkat manajemen maupun operasional dg atau tanpa upaya paksa adalh ttp bagi semakin manusiawinya manusia.

Ketiga kredo tadi dibangun dg kesadaran. Kesadaran konteks ini adalah mampu memahami peran dan fungsinya sbg polisi. Birokrasi kepolisian mjd ikon peradaban. Ikon kecepatan kedekatan dan persahabatan. Keberadaan polisi dpt mengurangi rasa takut warga masyarakat akan adanya gangguan kriminalitas. Polisi dg pemolisiannya bekerja scr proaktive problem solving. Membangun kemitraan, mengutamakan pencegahan dan keberaannya diterima dan didukungbwarga masyarakat yg dilayaninya. Pd konteks itulah maka smart policing merupakan contemporary policing yg dikembangkan community policing dg standsr2 pd conventional policing E policing dan Forensic policing yg mampu memberikan pelayanan prima ( cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses) kpd masyarakat.

Polisi kehebatannya bukan pd pangkat jabatan kepandaian kewenangannya ttp manakala mampu mjd role model dan panutan atau ikon yg dipercaya masyarakat. Sejalan dengan spirit polisi penjaga kehidupan, pembangun peradaban dan pejuang kemanusiaan yang PCBM Akpol sebagai lembaga pendidikan pembentukkan dalam menyelenggarakan pendidikannya menunjukkan lembaga pendidikan kepolisian yang dinamis dan modern yang memiliki visi membangun kader-kader pimpinan militer bahkan sebagai pimpinan bangsa di berbagai lini kehidupan yang mampu membawa bangsa yang memiliki daya tahan, berdaulat, rakyatnya aman, sejahtera, adil dan makmur. Untuk mewujudkan proses pengkaderan bagi penyiapan calon polisi yg PCBM dan kader pimpinan Polri di masa depan maka bbrp point-point penting yang dibutuhkankan adalah sbb :
1. Kebijakkan pimpinan sebagai political will mendukung perwujudan visi misi dan cita-cita Akpol

2. Pemimpin yg Transformatif

3. Menyiapkan dan membangun infrastruktur dan sistem-sistem pendidikan dan latihan yang visioner modern dengan model-model :
a. Implementasi conventional policing, E policing dan Forensic policing
b. Penanganan operasi yg bersifat rutin, khusus maupun kontijensi
c. Studi kasus atas issue issue penting yg terjadi dlm masyarakat
d. Perang media di era post truth,
e. Gangguan keteraturan sosial atas serangan teror dari nuklir, mikro biologi dan kimia dsb
f. Pemokisian yg berbasis wilayah, berbasis fungsional dan dampak masalah spt: ideologi politik ekonomi, sosial budaya hingga penanganan konflik-konflik sosial skala besar dalam negeri termasuk terorisme hingga bencana alam,
g. Model-model intelejen dan fungsi teknis kepolisian lainnya
h. Model kajian dan rekayasa sosial dalam masyarakat yang modern dan demokratis dan sebagainya
i. Model infrakstruktur dan sistem-sistem ini bisa dibangun dalam model laboratorium, simulator dan paktek lapangan yang sesuai konteksnya.

4. Membangun dan menyiapkan SDM yang profesional sebagai tenaga staf pengajar dan pelatih yang memiliki kualitas sebagai guru mentor dan panutan. Karena guru merupakan Ikon Pendidikan. Guru menjadi kunci dalam pendidikan dan merupakan tokoh sentral dalam pendidikan untuk mengajarkan, mentransformasi, memotivasi, menginsprasi, mendampingi, menjadi konsultan bagi para taruna untuk memiliki karakter sebagai prajurit patriot yang profesional. Spiritualitas guru inilah yang hendaknya menjadi acuan dalam pendidikan berkrakter untuk menyadarkan dan menanamkan rasa tanggung jawab, jiwa korsa dan semangat kemanusiaan.
Pendidikan menjadi ikon kejujuran, kebenan dan keadilan dimana guru- guru adalah para pejuang kemanusiaan.

5. Program-program pendidikan dan pengasuhan dapat dibangun dalam berbagai model dinamis
a. Pola pendidikan yang mencakup akademik secara konsep teoritikal, training untuk skill problem solving (dengan model-model yang tercakup pada point 2 dan skenario-skenario melalui sistem-sistem simulasi modern maupun laboratorium serta praktek lapangan) dan penanganan berbagai isu aktual yang terjadi agar para taruna juga memahami dunia luar apa yang menjadi isu aktual. Semua itu dalam pengaturan silabus yang mencakup teoritikal dan model proaktif prediksi, antisipasi dan solusi.
b. Pengasuhan ini sebagai sistem transformasi olah raga dan olah rasa ( religi, seni, tradisi, hobby, komuniti hingga teknologi) model-modelnya dapat disesuaikan secara dinamis. Penerapan art policing pada pembinaan mentaf fisik dan spiritual.
c. Di samping itu pola mentorship pola coach dibangun pola-pola penanaman budaya kepolisian sehat, edukatif dan visioner dalam membangkitkan jiwa polisi yg PCBM dengan berbasis kesadaran, tanggung jawab dan disiplin.
d. Pola tanggap tanggon trengginas dikembangkan dengan pola-pola visioner modern sebagai pengkaderan pimpinan masa depan.

6. Sistem belajar mengajar dengan nuansa akademis, nuansa militer yang modern dan nuansa kehidupan yang menjadi ikon peradaban untuk menumbuhkan jiwa-jiwa pemimpin Polri yg PCBM bahkan pemimpin bangsa di masa depan.

7. Sistem monitoring dan evaluasi prestasi dan berbagai kendala pendidikkan atas para anggota tetap, dosen, instruktur, pelatih hingga para taruna secara online dan dalam sistem big data sehingga sistem pendidikan ini fair dan mampu menunjukkan pola pendidikan yang mampu menjadi icon world class education.

8. Sistem reward and punishment yang berbasis pada sistem-sistem penilaian kinerja atau SOP atau etika taruna yg termaktub dalam peratutan-peraturan Gubernur Akpol maupun perduptar atau berbagai peraturan lainnya secara konsisten dan konsekuen.

9. Sistem pendidikan lanjutan secara nasional maupun internasional pada jenjang akademik, training dan benchmark serta untuk seminar atau berbagai kegiatan simposium nasional maupun internasional.

10. Pemeliharaan dan perawatan semua aset-aset Akpol :
a. lingkungan kampus dan perkantoran, lingkungan latihan, lingkungan pembinaan-pembinaan olah raga dan olah rasa ( religi, seni, tradisi, hobby, komunitas dan teknologi) dan sebagainya.
b. Pembinaan karier personil Akpol dalam promosi, mutasi dan demosi.
c. Kesejahteraan personil pada asrama dan lain-lain.
d. Infrastruktur sarpras/ logistic.
e. Rumah sakit dan pelayanan kesehatan.
f. Tempat ibadah dan sebagainya.

“Pada pendidikanlah tergantung masa depan bangsa”
Lembaga pendidikan menjadi ikon peradaban kekuatan kedaulatan dan kemajuan hingga modernitas suatu bangsa. Akpol dengan spirit-spirit di atas menjadi lembaga pendidikan acuan kebanggaan yang berstandar World Class Police Academy. (CDL) Fathers day 16 juni 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *