POSKOTA. CO – Pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif penting untuk tumbuh kembang bayi yang optimal. Hasil penelitian, ASI memiliki kandungan gizi yang lengkap.
Demikian kata Prof. Dr. Katrin Roosita, S.P, M.Si dalam pernyataan pers-nya Kamis (16/3/2023) di IPB University Bogor.
Saat memaparkan risetnya kepada wartawan, Prof Katrin membahas tentang pengembangan jamu tradisional Galohgor menjadi suatu produk nutrasetikal yang mudah dikonsumsi, enak dan terbukti khasiatnya secara ilmiah.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 2021, Prof Katrin menuturkan, Nutrasetikal Galohgor bermanfaat untuk meningkatan produksi air susu ibu (ASI). Tidak hanya itu, Galohgor juga bermanfaat untuk meningkatkan status gizi serta kesehatan ibu dan bayi.
“Untuk dapat memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi, selain diperlukan dukungan psikologis dan fisiologis, kecukupan gizi yang lengkap dan seimbang menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan,” ujar Prof Katrin.
Sementara terkit dengan Betakaroten, Prof Katrin menjelaskan, itu adalah senyawa provitamin A yang terkandung dalam Nutrasetikal Galohgor.
Asam Retinoat
Betakaroten di dalam sel tubuh menurut riset ilmiah, dapat dimetabolisme menjadi asam retinoat yang merupakan salah satu ligan untuk reseptor faktor transkripsi di inti sel (nukleus).
“Betakaroten berperan mengatur pertumbuhan sel dengan cara mengatur tingkat proliferasi, menstimulasi diferensiasi dengan membentuk penghubung celah antar sel (gap junction),” paparnya.
Sedangkan Gap junction menurut Prof Katrin, adalah struktur penting dalam mempertahankan fungsi optimal jaringan pada kelenjar mammae yang memproduksi ASI.
“Peranan gap junction juga ini terkait dengan manfaat betakaroten dalam pencegahan kanker,” tegasnya.
Wakil Dekan bidang sumberdaya, kerjasama dan pengembangan FEMA pada IPB University ini menegaskan, struktur gap juction yang baik, dapat meningkatkan kemampuan sel dan jaringan untuk mencegah berkembangnya sel-sel kanker yang pertumbuhan tidak terkendali.
“Nutrasetikal Galohgor yang mengandung betakaroten mempengaruhi proliferasi sel dan menyebabkan peningkatan ekspresi gen ALDH1A2 yang mengkode enzim untuk metabolisme betakaroten,” kata lulusan doktoral ilmu gizi manusia ini kepada wartawan.
Ia menambahkan, pada sel kelenjar mammae (HC11), Nutrasetikal, Galohgormempengaruhi diferensiasi dan pembentukan mammosphere serta ekskresi gen kasein (CSN2) dan koneksin (CX23) yang sangat penting untuk sintesis susu ASI.
Menurunkan Stres
Hasil penelitian juga menunjukkan, bahwa Nutrasetikal Galohgor memberikan efek peningkatan konsentrasi betakaroten serum serta mengandung zat gizi sumber antioksidan yang dapat menurunkan stres oksidatif pada ibu menyusui.
“Pengendalian stress oksidatif pada
ibu postpartum pasca bersalin, sangat penting, agar kondisi inflamasi dapat segera pulih, metabolisme normal dan sehat bugar,” ujarnya.
Kepala Subdit kesejahteraan mahasiswa IPB ini menambahkan, intervensi Kukis Nutrasetikal Galohgor pada ibu menyusui, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan volume ASI dan kandungan laktosa ASI .
“Peningkatan volume dan kadar laktosa ASI pada ibu menyusui yang mengonsumsi Kukis Nutrasetikal Galohgor berdampak pada peningkatan secara signifikan asupan karbohidrat dan status gizi bayi,” paparnya.
“Untuk meningkatkan daya terima Nutrasetikal, Galohgor telah dilakukan pengembangan produk seperti madu galohgor, minuman serbuk nutrilaktasi, selai kacang dan Kukis Nutrilaktasi,” tegasnya lagi.
“Ini bukan hanya slogan semata tapi harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor,” tutupnya. (yopi)







Komentar