oleh

Tokoh Pewayangan Krisnadwipayana Jadi Inspirasi Berdirinya Unkris

POSKOTA.CO – Mengawali Tahun Ajaran 2022/2023, Universitas Krisnadwipayana (Unkris) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) secara luring di kampus Jatiwaringin, Bekasi. Kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari tersebut, dibuka resmi oleh Rektor Unkris Dr Ir Ayub Muktiono pada Senin (5/9/2022).

PKKMB bertema ‘Sinergi Patriot Lestarikan Budaya’ tersebut menghadirkan empat narasumber yakni Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Doni Monardo, Mantan Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Ali Johardi, SH,MH, Warek 3 Unkris Dr Parbuntian Sinaga dan Ketua LPKK Unkris Dr Susetya Herawati.

Dalam paparannya, Warek 3 Unkris Parbuntian Sinaga mengatakan Unkris berdiri terispirasi dari tokoh pewayangan Krisnadwipayana. Sebagai seorang resi atau begawan yang memiliki ilmu pengetahuan lahir batin yang tinggi, pengabdian Krisnadwipayana yang dengan gigih mendidik keluarga Bharata menjadi Satria Pinandita di Gunung Sapto Argo, menjadi inspirasi luar biasa bagi semua orang untuk bisa meneladaninya dalam hal kegigihannya mendidik generasi muda.

“Itulah yang kemudian mendorong para pendiri Unkris untuk mengabadikan nama Krisnadwipayana menjadi nama Lembaga Pendidikan tinggi dengan nama Universitas Krisnadwipayana,” kata Parbuntian Sinaga, Senin (5/9/2022).

Unkris lanjut Parbuntian berdiri pada Februari 1952 oleh Hartono sebagai Cabang Jakarta dari  konsulat Balai Perguruan Krisnadwipayana yang berpusat di Bandung. Konsulat tersebut menyelenggarakan kuliah tertulis jurusan hukum, serta membuka beberapa sekolah menengah dan sekolah kejuruan di Kebayoran, Serang dan Tangerang.

“Untuk menampung aspirasi pembangunan guna mengisi kemerdekaan, di Kota Bandung didirikan Badan Usaha Rakyat yang dirintis oleh bekas pejuang R.I. Badan usaha tersebut antara lain mempunyai program dalam bidang pendidikan dan kesehatan, serta sebagai sarana operasionalnya dibentuk Balai Perguruan Krisnadwipayana,” jelas Parbuntian.

Balai Perguruan tersebut terus berkembang, kemudian dibentuk Perguruan Tinggi Krisnadwipayana yang mempunyai 2 Fakultas yaitu  Fakultas Hukum dan Ekonomi, perkuliahan dilaksanakan secara lisan di Jalan Abon Nomor 3 Bandung. Selain kuliah lisan diadakan juga kuliah tertulis yang diikuti oleh tidak kurang dari 1200 Mahasiswa dari segenap pelosok tanah air seperti Ujung Pandang, Banjarmasin, Denpasar, Medan, Palembang, Surabaya, Semarang dan Kupang.

Di beberapa kota diadakan Perwakilan/Konsulat yang menampung/menyalurkan kuliah-kuliah tertulis tersebut. Beberapa konsulat tersebut kemudian ada yang menjadi embrio Perguruan Tinggi di kota/daerah yang akhirnya ada yang berkembang menjadi Universitas Negeri.

“Atas desakan para mahasiswa, didirikan Akademi Hukum Sosial Krisnadwipayana di Jakarta yang memberikan kuliah secara lisan  di bawah pimpinan Dr.  R. Sadikun. Akademi tersebut dibuka resmi pada tanggal 1 April 1952 dengan diikuti oleh sekitar 300 Mahasiswa dengan menyewa gedung Adhuc-staat yang sekarang menjadi kantor Bappenas.

Lalu atas desakan para mahasiswa pula, pada tahun 1954 dibentuk Yayasan Universitas Krisnadwipayana, yang disahkan dengan Akte Notaris Sie Kwan Djioe dengan Nomor 134 tanggal 29 Januari 1954.

Parbuntian menjelaskan Unkris pada awal berdiri menggunakan nama Akademi Hukum Sosial dan hanya memiliki Fakultas Hukum. Guna memenuhi minat dan desakan masyarakat akan kebutuhan pendidikan tinggi, lalu pada 1 Juli 1952, berdiri Fakultas Ekonomi dibawah pimpinan Prof. Dr. Ong Eng Die. Dan pada 20 September 1957 didirikan Fakultas Ilmu Tata Praja di bawah pimpinan Prof. Dr. Prayudi Atmosoedirdjo, SH yang kemudian berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Administrasi Negara dan Niaga, lalu berubah lagi menjadi Fakultas Ilmu Administrasi.

Untuk melengkapi persyaratan sebagai suatu Universitas tahun 1963 Fakultas Teknik berdiri dipimpin oleh Ir. Widodo. Saat ini Unkris memiliki 4 Fakultas yakni FH, FE, FIA dan FT.

Seiring dengan perjalanan waktu dan kebutuhan akan pendidikan, Unkris kemudian membuka Program Magister Pascasarjana antara lain Program Magister Manajemen, Program Magister Ilmu Hukum, Program Magister Ilmu Administrasi, Program Magister Teknik. Selain program Magister Unkris juga memiliki Program Doktor (S3) yaitu Program Doktor  Ilmu Hukum didirikan pada tahun 2011.

“Dan mulai 2018 Unkris menyelenggarakan program blanded learning, yaitu suatu program pembelajaran jarak jauh untuk membantu bagi masyarakat yang punya keterbatasan waktu untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi,” tegas Parbuntian.

Unkris sendiri memiliki visi terwujudnya Unkris menjadi perguruan tinggi Unggulan tahun 2025. Untuk mencapai visi tersebut maka Unkris telah menetapkan beberapa misi antara lain meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran UNKRIS sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menitik beratkan pada pemberdayaan masyarakat, meningkatkan mutu kesejahteraan Sumber Daya Manusia berupa dosen dan tenaga kependidikan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menjamin ketersediaan sumber belajar yang merata di semua Fakultas dan PPs dan menciptakan tata kelola Universitas yang baik.

“Unkris menjadi salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia, yang sampai sekarang terus mengalami pencapaian dan prestasi yang membanggakan,” tutup Parbuntian. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *