oleh

MRPTNI Sebut Penyesuaian Kategori UKT Bukan Berarti Terjadi Kenaikan UKT di PTN

JAKARTA – Upaya yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) lebih berkeadilan dan terjangkau oleh semua pihak adalah memperluas rentang kategori pembiayaan pendidikan melalui penambahan beberapa kategori yang disesuaikan dengan kemampuan berbagai lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Prof Ganefri menanggapi dinamika dan perkembangan yang terjadi di masyarakat, khususnya para mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Indonesia dalam menanggapi isu perubahan struktur pembiayaan pendidikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di beberapa PTN.

Dalam pernyataan tertulisnya yang juga ditandatangani oleh Sekjen MRPTNI Prof Rina Indiastuti, Prof Ganefri mengatakan bahwa penyesuaian kategori UKT tersebut, bukan berarti terjadi kenaikan UKT di PTN, namun merupakan upaya menyeimbangkan antara besaran Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di PTN, guna memperluas partisipasi masyarakat sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“MRPTNI memberi jaminan kepada masyarakat bahwa, seluruh mahasiswa Indonesia yang terindikasi memiliki kemampuan akademik baik, akan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di PTN seluruh Indonesia, tanpa terkendala dengan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di setiap PTN,” ujarnya Senin (20/5/2024).

MRPTN mengimbau kepada masyarakat, agar lebih proaktif mengakses informasi yang benar dan akurat melalui media komunikasi langsung dengan Perguruan Tinggi Negeri tujuan masing-masing karena setiap PTN memiliki struktur pembiayaan UKT yang berbeda satu dengan lainnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *