oleh

Dosen FMIPA UNJ Bekali Guru Kimia Jakarta Timur Kembangkan Evaluasi Interaktif Berbasis Gimkit dan Educaplay

JAKARTA – Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) membekali guru-guru Kimia SMA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Jakarta Timur dengan keterampilan menyusun evaluasi pembelajaran interaktif berbasis platform Gimkit dan Educaplay. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rumpun Kimia FMIPA UNJ tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 29–30 Juli 2026, di Kampus UNJ Rawamangun. Sebanyak 25 guru anggota MGMP Kimia Jakarta Timur mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam merancang evaluasi yang lebih autentik, menarik, dan mendorong keterlibatan aktif siswa.

Irma Ratna Kartika selaku Ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa pelatihan ini berangkat dari tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Meskipun kurikulum tersebut menekankan pentingnya pembelajaran dan asesmen yang berpusat pada peserta didik, praktik evaluasi di kelas masih didominasi metode konvensional yang berorientasi pada hafalan. Di sisi lain, kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) sebagian guru juga masih perlu diperkuat agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran.

Selama ini, sebagian besar guru hanya mengenal platform evaluasi digital seperti Kahoot dan Quizizz. Padahal, masih banyak aplikasi lain yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih variatif sekaligus membantu guru memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai penguasaan konsep siswa. Gimkit dan Educaplay dipilih karena menyediakan berbagai fitur yang memungkinkan guru menyusun evaluasi berbasis permainan, aktivitas interaktif, hingga latihan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik materi kimia.

Pelatihan dibuka oleh Wakil Dekan II FMIPA UNJ, Dr. Afrizal, M.Si., didampingi Ketua MGMP Kimia Jakarta Timur Wilayah 1, Asep Darmo Dikromo, S.Pd., dan Ketua MGMP Kimia Jakarta Timur Wilayah 2, Achmad Setiawan, S.Pd. Kegiatan menghadirkan empat dosen Program Studi Magister Pendidikan Kimia FMIPA UNJ sebagai narasumber, yakni Irwanto, Irma Ratna Kartika, Fera Kurniadewi, dan Muktiningsih. Enam mahasiswa juga dilibatkan sebagai pendamping praktik untuk memastikan setiap peserta dapat mengikuti seluruh tahapan pelatihan secara optimal.

Pelatihan Disusun dalam Empat Tahapan

Salah satu narasumber, Irma Ratna Kartika, menjelaskan bahwa pelatihan disusun dalam empat tahapan utama. Tahap pertama berupa perencanaan yang meliputi penyusunan jadwal dan desain kegiatan. Tahap berikutnya diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, kemudian dilanjutkan pemaparan materi mengenai konsep evaluasi pembelajaran interaktif dan pemanfaatan Gimkit serta Educaplay.

Pada sesi praktik, peserta didampingi secara langsung untuk membuat akun, menyusun kelas digital, merancang bahan ajar, sekaligus mengembangkan instrumen evaluasi yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran kimia. Tahap terakhir berupa evaluasi melalui post-test, penilaian produk yang dihasilkan peserta, serta pemberian umpan balik terhadap pelaksanaan kegiatan.

Selama pelatihan, para guru mengikuti setiap sesi dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi, mencoba berbagai fitur aplikasi, serta saling bertukar pengalaman mengenai penerapan teknologi dalam pembelajaran. Pendampingan yang dilakukan secara intensif membuat peserta mampu menghasilkan rancangan evaluasi digital yang siap diterapkan di sekolah masing-masing.

Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif dari pelatihan tersebut. Sebanyak 95 persen peserta menyatakan memperoleh wawasan dan pengetahuan baru mengenai penyusunan evaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Sementara itu, 90 persen guru mengaku materi yang diberikan menginspirasi mereka untuk menerapkan pembelajaran yang lebih interaktif di kelas. Persentase yang sama juga menyatakan komitmennya untuk membagikan pengetahuan mengenai penggunaan Gimkit dan Educaplay kepada rekan sejawat di lingkungan MGMP.

Irma Ratna Kartika menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu guru, tetapi juga berpotensi memperluas dampaknya melalui jejaring komunitas belajar guru. Dengan semakin banyak pendidik yang menguasai pemanfaatan teknologi dalam evaluasi pembelajaran, kualitas proses belajar mengajar di sekolah diharapkan semakin meningkat dan mampu mendorong siswa memahami konsep kimia secara lebih mendalam.

Pelatihan ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kolaborasi ini, FMIPA UNJ berharap inovasi pembelajaran berbasis teknologi dapat semakin luas diterapkan di sekolah dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *