oleh

Terungkap dalam Rekonstruksi, Sepasang Kekasih Itu Belajar Mutilasi dari Medsos

 17 total views

POSKOTA.CO – Tiga puluh tujuh adegan pembunuhan mutilasi diperagakan pelaku di Apartemen Mantion, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakpus, Jumat (18/9) petang. Dari adegan itu si tersangka mengaku sebelum melakukan mutilasi terlebih dulu belajar dari media sosial dalam cara melakukan pemotongan tubuh korban Rinaldi Harley Wismanu (33). “Hal itu juga terungkap pada saat rekontruksi,” ujar salah satu petugas.

Sementara Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Kelvin menjelaskan rekontruksi itu ada 37 adegan yang diperagakan oleh dua tersangka berinsial DAF dan LAS. Dari 37 adegan yang dipergakan ditemukan ada 13 tempat kejadian perkara (TKP) sebelum pembunuhan sadis itu dilakukan terhadap korban Rinaldi Harley Wismanu.

Dari 13 TKP, ada empat lokasi besar yang menjadi perhatian petugas kepolisian. TKP pertama berada di kos-kosan di Depok, Jabar, salah satu pelaku LAS, merencanakan perampokan sekalian membunuh korban. Sedang adegan TKP ke dua di Apartemen Pasar Baru Mantion, Jakarta Pusat. Disinilah kedua pelaku mengeksekusi korban dari membunuh hingga memotong-motong tubuh korban.

Sementara TKP ketiga di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Dilokasi ini potongan mayat tubuh korban disimpan sementara untuk akhirnya akan di bawa ke TKP keempat. Sedang peragaan keempat tempat kontrakan di Depok, Jawa Barat yang sengaja disewa oleh kedua pelaku untuk menguburkan jasad korban.

Sadisnya

Dari rekontruksi ke empat itu, polisi menemukan beberapa fakta menarik. Seperti si tersangka DAF yang sengaja belajar mutilasi secara otodidak lewat media sosial. “Dalam reka ulang itu tersangka DAF kebingungan membawa jasad korban keluar apartemen. Sehingga ia belajar cara memutilasi lewat medsos,” tegas Wadir Krim-um Jean Kelvin usai rekontruksi.

Pria berpangkat melati dua itu menjelaskan, kalau kedua pelaku terungkap sempat menyimpan mayat utuh Rinaldi di unit apartemen selama tiga hari.

Selama tiga hari pelaku menyimpan jenazah Rinaldi di kamar mandi apartemen sambil belajar cara mutilasi. Setelah itu selama dua hari pelaku kemudian mengeksekusi dengan memotong-motong tubuh korban. “Jadi rinciannya mulai dari tanggal 9, 10, dan 11 September 2020 jenazah korban dibiarkan di kamar mandi. Sementara tanggal 12 dan 13 September, pelaku melakukan mutilasi korban,” ujarnya.

Setelah mayat dipotong-potong, jenazah korban dimasukan ke dalam koper dan dibawa ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Di apartemen itu, warga sekitar terlanjur menemukan mayat korban yang ditaruh di dalam koper. Sehingga rencana penguburan potongan tubuh Rinaldi dilahan kontrakan Depok, Jawa Barat batal terlaksana.

Mayat ditemukan dalam keadaan sudah terpotong-potong Rabu (16/9) lalu. Polisi pun segera mengetahui identitas korban yang ternyata telah dilaporkan keluarga menghilang sejak Rabu (9/9). Polisi pun berhasil menangkap kedua pelaku pembunuhan sadis itu yang ternyata sepasang kekasih.(silaen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *