oleh

Simpatisan Habib Rizieq Bentrok dengan Polisi

POSKOTA.CO–Kericuhan terjadi di luar Pengadilan Negeri Jakarta Tumur (PN Jaktim) pada sidang vonis Habib Rizieq Shihab terkait kasus hasil swap di RS Ummi Bogor, Kamis (25/6/2021). Massa simpatisan Habib Rizieq memaksa mendekat ke gedung pengadilan itu.

Polisi yang melakukan penyekatan melarang simpatisan Habib Rizieq lewat dan mendekat ke pengadilan tempat berlangsungnya sidang. Akibatnya kericuhan tak terelakkan dan massa melempari petugas dengan batu.

Kericuhan baru berhenti setelah polisi menemui perwakilan massa. Kapolres Jakarta Timur (Jaktim) Kombes Erwin Kurniawan turun langsung mengajak massa berdialog.

Massa terhadang di dekat flyover Stasiun Klender, Jakarta Timur. Lima perwakilan massa simpatisan Habib rizieq berdialog dengan Kombes Erwin. Massa mendesak polisi agar mereka diizinkan mendekat ke PN Jaktim. Namun Kombes Erwin tetap tak mengizinkan.

“Kita sudah hitung, walaupun dengan duduk, tidak bisa. Jalan itu untuk umum. Ini ditutup karena massa,” kata Kombes Erwin serta meminta massa mundur dan pulang ke rumah masing-masing.

Sebelumnya, massa sempat ricuh dengan polisi di flyover Stasiun Klender, Jl I Gusti Ngurah Rai mengarah ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Massa melempar batu ke arah barikade polisi yang bertameng tersebut. Massa mencoba melalui flyover namun tidak bisa. Untuk meredam aksi massa, polisi melepaskan gas air mata.

Konsentrasi massa sempat pecah ketika polisi melepaskan gas air mata. Mobil water cannon sudah bersiaga di sisi polisi untuk menghalau gelombang massa yang terus mengumandangkan selawat dan takbir.

Beberapa massa ikut diamankan polisi karena ketangkap tangan melempar batu ke polisi yang melakukan penyekatan.

Sementara itu, Habib Rizieq akhir divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim PN Jaktim. Vonis hakim ini dua tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya menuntut Habib Rizieq 6 tahun penjara terkait kasus swab RS Ummi Bogor. Atas vonis itu Habib Rizieq menyatakan banding.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *