oleh

Polres Bogor Segera Tetapkan Tersangka Pengrusakan Kantor Desa Bojong Koneng

POSKOTA. CO – Peristiwa demo warga yang berujung perusakan Kantor Desa Bojong Koneng, Polres Bogor segera menetapkan tersangka dalam aksi pengrusakan yang terjadi pada Sabtu 2 Oktober 2021 lalu.

Penyampaian aspirasi dalam aksi, adalah hak dalam negara demokrasi. Namun jika merusak fasilitas umum, maka perusakan oleh oknum masyarakat yang melakukan itu masuk dalam tindak kriminal.

Kapolres Bogor, AKBP Harun kepada wartawan, Senin (4/10/2021) mengatakan, saat ini, penyidik masih dalam tahap meminta keterangan saksi dan mencari bukti  petunjuk.

“Setelah cukup barang bukti, maka akan kami segera menetapkan tersangka kepada oknum masyarakat yang telah memprovokasi warga hingga terjadi pengrusakan Kantor Desa Bojong Koneng,” kata AKBP Harun.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini menegaskan, calon tersangka terancam pasal 170 KUHP ancaman pidana penjara  selama 5 tahun 6 bulan.

Dari data yang dihimpun, kejadian perusakan kantor desa berawal dari pengosongan lahan oleh PT. Sentul City Tbk (SC)  sebagai pemegang HGB sah.

“Saat SC melakukan pengosongan guna penguasaan lahan miliknya di RT 01 RW 11, tiba-tiba datang 50 orang warga dari RW 08. Mereka memprovokasi, melakukan unjuk rasa hingga terjadi pengrusakan Kantor Desa Bojong Koneng,” kata AKBP Harun.

Ia menjelaskan pasca pengrusakan, pelayanan Pemdes Bojong Koneng pada hari ini tetap berjalan normal  dan jajaran Polsek Babakan Madang juga sudah menjaga agar kejadian anarkis kemarin tidak lagi terulang.

“Demi menjaga agar pelayanan administratif terhadap masyarakat di Kantor Desa Bojong Koneng berjalan normal, Polres Bogor menempatkan sejumlah personil diseputar kantor desa,” ujarnya sambil meminta, masyarakat tidak lagi bertindak anarkis, atau main hakim sendiri.

“Lapor polisi jika merasa dirugikan. Biar polisi yang bertindak. Indonesia negara hukum. Tindakan anarkis kemarin, kaca jendela utama Kantor Desa dan ruang Kepala Desa (Kades) Bojong Koneng mengalami kerusakan,”ujar AKBP Harun. (yopi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.