oleh

Polda Bali Usut Pelaku Pemukulan terhadap Anggota DPD RI

POSKOTA.CO – Anggota DPD RI Dapil Bali Sri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (40) diduga dianiaya di wilayah pemilihannya. Polda Bali kini turun tangan mengusut laporan dugaan penganiayaan yang terjadi pada Rabu (28/10/2020) oleh sekelompok massa.

Korban Sri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna telah melaporkan kasus yang menimpa dirinya ke Polda Bali. Penganiayaan diduga dilakukan secara bersama-sama pada Rabu (28/10/2020), sekitar pukul 12.30 Wita, di Kantor DPD RI Perwakilan Bali, Denpasar.

Laporan korban ke Polda Bali menyebutkan, sebelum kasus penganiayaan sebagai mana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP atau Pasal 170 KUHP terjadi, dia sudah bersedia bertemu dengan perwakilan massa di lokasi kejadian, namun ditolak. “Kami telah memeriksa beberapa orang saksi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmawan, Kamis (29/10/2020).

Untuk diketahui, Rabu (28/10/2020), sekitar pukul 12.20 Wita, sekelompok massa sudah berada di depan Gedung DPD RI Provinsi Bali. Massa menggelar orasi yang menyerang pribadi pelapor. Melihat situasi seperti itu, tim protokol DPD bersama saksi dan aparat meminta pimpinan kelompok massa untuk mengirim perwakilan guna bertemu dengan korban.

Namun ditolak massa, mereka meminta untuk ditemui langsung oleh korban, bukan bertemu dengan perwakilan saja. Karena terus didesak akhirnya korban Arya Wedakarna yang dikenal sebagai pembina di Kampus Mahendradatta Bali bersedia keluar menemui massa.

Massa akhirnya dipersilakan untuk masuk ke gedung guna bertatap muka. Lagi lagi permintaan korban ditolak massa, padahal saat itu korban sudah memerintahkan tim protokol dan pamdal DPD RI Provinsi Bali untuk membukakan pintu DPD RI agar masuk ke gedung untuk diajak dialog.

Akhirnya korban berinisiatif menemui pimpinan kelompok massa dan mengajak dialog di dalam ruangan. Permintaannya tidak diindahkan massa sehingga terjadi saling dorong antara aparat dan kelompok massa, lalu terjadi aksi pemukulan.

“Keterangan pelapor, pukulan itu mengenai pipi sebelah kanan sehingga dia merasa sakit dan terlihat lebam. Selain itu, luka lecet di tangan sebelah kanan dan kepala bagian tengah yang diduga dilakukan oleh tiga orang,” ujar Kombes Dodi.

Sejumlah massa dari Perguruan Sandhi Murti, Pusat Koordinasi (Puskor) Hindu Indonesia dan beberapa organisasi lainnya, mendatangi kantor DPD Bali untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pernyataan Arya Wedakarna tentang dugaan penghinaan kepercayaan agama Hindu.

Sementara Tetua (Pinisepuh) Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta, membantah telah terjadi pemukulan seperti dilaporkan itu. Katanya dalam aksi unjuk rasa tersebut tidak ada massa yang bermaksud melakukan aksi pemukulan terhadap Arya Wedakarna. Pihaknya juga akan melaporkan ke Polda Bali, jika Arya Wedakarna mengajukan pelaporan tersebut. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *