oleh

Pengiriman 8 PMI Ilegal ke Kamboja Digagalkan Polresta Bandara Soetta

POSKOTA.CO-Seorang terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berinisial AFA (39) diringkus penyidik Satreskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Saat itu, tersangka memberangkatkan delapan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural atau ilegal ke Kamboja.

“Tersangka mengimingi delapan PMI bekerja sebagai operator marketing permainan online judi,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Reza Pahlevi, Jumat (5/5).

Pengungkapan kasus ini menurut Kompol Reza bermula adanya laporan dari orang tua salah satu korban yang telah berangkat ke Kamboja melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Minggu, 26 Februari 2023.

Anak kandungnya yang menjadi korban merupakan seorang perempuan berinisial PDP.

“Keberangkatannya itu di hari yang sama dengan adanya laporan itu. Berdasarkan laporan itu, kami melakukan penyidikan dan benar telah berangkat delapan orang menuju Kamboja melalui Malaysia,” jelasnya.

Dikatakan Kompol Reza, untuk mencegah adanya TPPO, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Malaysia. Pasalnya, kedelapan korban TPPO itu sudah tiba di Malaysia dan hendak diberangkatkan menuju Kamboja.

“Setelah berhasil merekrut, pelaku menampung para korbannya untuk kemudian diberangkatkan tanpa dilengkapi dokumen sebagaimana yang menjadi persyaratan negara yang menjadi destinasinya,” ujarnya.

Kompol Reza menambahkan, berdasarkan keterangan pelaku jika aksinya tersebut telah dilakukannya sejak Desember 2022. Selama empat bulan beraksi, lanjutnya, pelaku telah memberangkatkan sebanyak 40 PMI nonprosedural ke Kamboja.

“Sejak Desember 2022, pelaku telah berangkatkan 40 orang. Kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder lainnya terkait keberadaan para korban itu,” ucap dia.

Pelaku AFA, kata Reza, mempelajari kasus tersebut sehingga telah berhasil memberangkatkan puluhan orang didasari dari pengalamannya sebagai PMI di salah satu negara di Asia Timur.

“Pelaku berlatar belakang PMI di salah satu negara di Asia Timur. Pelaku beraksi pada 2022, saat ada ajakan untuk merekrut para calon pekerja tujuan Kamboja,” jelasnya.

“Dari situ pelaku melakukan rekrut dan mendapatkan keuntungan dari satu orang yang berhasil direkrut keuntungannya Rp1 juta, oleh pihak penerima di Kamboja,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Jo Pasal 69 dan arau Pasal 83 Jo Pasal 68 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan hukuman 15 tahun penjara.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *