oleh

Masih Adakah Korban Lain Kasus Pelecehan saat Rapid Test di Bandara Soetta

POSKOTA.CO – Kasus pelecehan seksual dan pemerasan yang dilakukan EF tenaga medis rapid test di Bandara Soekarno-Hatta terungkap setelah viral di media sosial. Korban seorang wanita cantik berinisial LHI menceritakan peristiwa yang dialami lewat Twitter.

Polri terus mengembangkan kasusnya untuk mengungkap kemungkinan ada korban lainnya menjadi korban kebiadaban tersangka EF. Karenanya polisi meminta siapa saja pernah menjadi korban pelecehan saat rapid test segera melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti.

Dalam pemeriksaan, tersangka EF yang sempat melarikan diri ke Balige, Sumatera Utara setelah kasusnya viral di media sosial mengaku, baru pertama kali melakukan tindakan yang mengantarnya ke dalam penjara. EF kini ditahan di Polres Bandara Sorkarno Hatta.

Alasan EF melakukan penipuan disertai pemerasan terhadap korban LIH karena butuh uang. Sedang pelecehan yang dia lakukan terhadap korban karena kecantikan LIH sehingga timbul nafsu setannya.

“Motif EF melakukan penipuan karena menginginkan uang lebih. Sedang pelecehan akibat nafsu sesaat,” kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho, Minggu (27/9/2020).

ilustrasi

Menurut Alexander, meski tersangka EF yang ditangkap di Balige, Sumatera Utara mengaku baru satu kali melakukan tindak pidana itu, pihaknya tidak percaya begitu saja. Polri terus mendalami keterangan dari tersangka, dan mencari bukti atas perbuatan tersangka selama bertugas menjadi tenaga medis rapid test di Bandara Soekarno-Hatta.

Penyidik Polri kini juga masih menunggu keterangan resmi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait status pekerjaan tersangka EF ini. Namun pemeriksaan terhadap pihak IDI kini terkendala sistem kerja work from home (WFH).

Kasus penipuan, pemerasan disertai pelecehan ini terungkap ke permukaan dari cuitan LHI di media sosial. Wanita cantik itu mengaku jadi korban pelecehan dan pemerasan tersangka EF.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/9/2020) saat korban bermaksud melakukan perjalanan ke Nias, Sumatera Utara. Korban diminta menjalani rapid test dan hasilnya korban dinyatakan reaktif Corona oleh tersangka EF.

Agar korban bisa tetap terbang, LHI dipaksa menjalani rapid test ulang dengan membayar Rp150 ribu. Dia pun akhirnya dibawa ke tempat sepi dan diminta memberikan uang tambahan senilai Rp1,4 juta.

Mendapat cuitan di media sosial dari korban, pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta bergerak cepat untuk mengusut kasus pelecehan itu. Tim penyidik Polres Bandara Soekarno-Hatta pekan lalu terbang ke Bali untuk menemui korban LHI yang kini menetap di Pulau Dewata itu.

Setelah dimintai keterangan tim penyidik terkait kebenaran ceritanya di media sosial, akhirnya korban membuat laporan polisi atas kasus tersebut.

Sementara tersangka EF mendapat kabar dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka, EF langsung kabur ke kampung halamannya di Sumatera Utara. Namun pelariannya berhasil dilacak Polri. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *