oleh

Fikri Salim Terbukti TPPU Divonis 14 Tahun 6 Bulan Penjara, Denda Rp5 M

POSKOTA.CO – Terdakwa Fikri Salim divonis 14 tahun 6 bulan penjara kasus skandal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan penggelapan. Selain hukuman penjara, Fikri juga diwajibkan membayar denda Rp5 miliar atau subsider enam bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibinong Kabupaten Bogor, Senin (21/2/2021) malam.

Putusan ini lebih ringan empat tahun dari tuntutan jaksa penuntut (JPU) yang sebelumnya menuntut 18 tahun penjara dan denda Rp5 miliar atau subsider enam bulan kurungan.

“Terdakwa Fikri Salim secara sah terbukti dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencucian uang dan penggelapan yang merugikan atas milik hak orang lain. Atas dasar itu, Majelis Hakim PN Cibinong menghukum terdakwa selama 14 tahun 6 bulan dengan denda Rp5 miliar. Apabila denda tak didibayarkan maka tambahan hukuman selama enam bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Irfanudin.

Dalam hal ini, terdakwa Fikri Salim alias Kiki terdakwa kasus tersebut terbukti melakukan TPPU dan penggelapan uang milik PT Jakarta Medica Center (JMC). Modusnya terdakwa mengurus perizinan berupa bangunan ruko atau hotel di Kampung Sukamulya RT 01 RW 01 Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Namun hingga kini pengurusan izin tidak kunjung selesai. “Terdakwa Fikri Salim terbukti secara sah telah melakukan penggelapan dan melakukan tindak pidana pencucian uang milik PT Jakarta Medica Center senilai Rp557,5 miliar dengan dalih untuk mengurus perizinan pembanguan ruko dan hotel di kawasan Puncak Bogor. Namun dari saksi mantan kepala Dinas PMPTSP, Almarhum Joko Pitoyo dan saksi dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor menerangkan, pengurusan izin hotel tidak ada pungutan biaya apapun dalam mengurus perizinan tersebut,” tegasnya.

Sebelum menutup sidang, Irfandi memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menerima atau pikir-pikir atas vonis halim selama tujuh hari. Bilamana tidak mengajukan banding, maka terdakwa diartikan menerima putusan tersebut.

“Jika terdakwa tidak menerima putusan ini, majelis hakim menawarkan untuk melakukan upaya hukum yang kami kasih batas waktu selama tujuh hari ke depan,’ ujar majelis hakim.

Terkait putusan ini, Jaksa Penuntut Anita Dian Wardani mengaku akan pikir-pikir dulu apakah banding atas putusan tersebut dirima atau tidak. “Atas putusan itu, kita dari JPU masih pikir-pikir kok,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Fikri Salim didakwa melakukan penggelapan dan TPPU atas PT JMC dalan kasus perizinan dan pembangunan rumah sakit dan ruko.

Kasus penggelapan ini terjadi pada tahun 2019 saat PT JMC merencanakan pembangunan rumah sakit di Cisarua Kabupaten Bogor. Saat itu terdakwa menaikkan harga barang keperluan untuk pembangunan gedung tersebut.

Selain itu, pengurusan izin yang sebelumnya untuk keperluan izin rumah sakit belakangan berubah menjadi izin hotel. Akibatnya rencana pembangunan rumah sakit menjadi terbengkalai.

Adapun, terdakwa lainnya Rina Yuliana yang merupakan mantan kekasih terdakwa Fikri Salim dan juga terdakwa kasus ini, majelis hakim telah memvonis Rina Yuliana alias Rina dengan hukuman penjara selama 12 tahun dan denda Rp5 miliar pada Jumat 19 Februari 2021 lalu. (omi)

 

 38 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *