oleh

Dua Perampas Senjata Polisi di Palembang Ditangkap, Motifnya Piutang Bukan Perampokan

POSKOTA.CO – Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi meluruskan informasi yang menyebutkan kalau Aipda Andry Muzakir,38, dirampok di kediamannya. “Bukan perampokan tapi soal piutang,” tegas Supriadi.

KombesPol Supriadi, Rabu(17/6/20) mengatakan korban dan dua pelaku saling kenal sejak korban masih dinas di Bangka Belitung. Setelah korban pindah ke Sat Sabhara Polrestabes Palembang, mereka bertemu di rumah kontrakan. Peristiwanya Senin(15/6)

“Mereka sempat makan bareng pada pukul 01.00 WIB dini hari. Entah apa yang terjadi, pada pukul 03.00 WIB terjadilah keributan itu,” kata KombesPol Supriadi.

KombesPol Supriadi menyebut dalam keributan itu korban diduga ditusuk sembilan kali mulai dari tangan hingga punggung. Korban pun sempat mengamankan barang diduga pistol yang belakangan diketahui adalah airsoft gun milik pelaku.

“Untuk senjata milik korban jenis V2 masih dicari, termasuk pelakunya,” kata KombesPol Supriadi.

Dua hari kemudian, pelaku berhasil ditangkap. Kedua pelaku ditangkap sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (16/6/2020), oleh tim gabungan jajaran Unit I Subdit III Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang. Pelaku diketahui bernama Rico dan Denis.

Selain menangkap dua pelaku, tim menyita senjata laras panjang milik korban dari kedua pelaku. Senjata api jenis V2 itu pun telah diamankan.

“Motif sejauh ini karena utang uang. Ada pelaku yang punya utang kepada korban dan tidak terima saat ditagih,” kata KombesPol Supriadi saat rilis kasus di Mapolrestabes.

Pelaku menyerang korban karena tak terima ditagih utang. Dari situ keributan terjadi. “Ada yang menusuk korban, ada juga yang merampas senjata api laras panjang milik korban. Peran masing-masing masih kami dalami,” kata KombesPol Supriadi.

Dalam penangkapan sendiri, tercatat salah satu pelaku yang bernama Denis tewas setelah baku tembak dengan petugas. Sementara pelaku lainnya, Rico, mengalami luka.

“Pelaku Denis meninggal dunia, satu lagi bernama Rico dilumpuhkan karena coba melakukan perlawanan. Untuk senjata api dinas korban juga sudah kami amankan,” kata KombesPol Supriadi.

Dalam kasus ini, polisi juga memastikan senjata api dinas yang dirampas pelaku adalah milik korban. Perampasan itu dilakukan saat korban baru pulang pengamanan dan akan mengembalikan senjata.

“Jadi setelah malam itu korban kembali ke rumah. Ya rencananya akan kembali untuk menyerahkan senjata ke gudang,” kata KombesPol Supriyadi.(min)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *