oleh

Dede Tersangka Pembunuh Berantai Ikut Menenggak Racun untuk Kelabui Polisi

POSKOTA.CO – Satu dari tiga tersangka pembunuh berantai bernama M Dede Solehudin alias Dede (34) ikut meminum kopi yang sudah dicampur racun. Tujuannya untuk mengelabui polisi agar kasus kematian tiga korban yang racun di Bantargebang, Kota Bekasi hilang jejak.

Tersngka Dede sengaja ikut meminum kopi yang sudah tercampur dengan racun tikus dan pestisida agar aksi mereka tidak diketahui polisi. Para tersangka berharap kematian tiga korban bukan karena diracun, melainkan keracunan sehingga tersangka Dede pun ikut menjadi korban.

Tersangka Dede minumnya cuma sedikit sehingga dia tidak ikut mati dan dia sempat dirawat di rumah sakit. “Alasannya kan untuk menghilangkan jejak supaya enggak ketahuan bahwa dia ikut meracun,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023).

Saat itu tersangka Dede hanya bersandiwara di hadapan tiga korban bahwa sebenarnya Dede sudah tahu kopi yang diminumnya sudah dicampur racun oleh kedua rekannya. “Dia minum racun cuma sedikit makanya dia tetap hidup,” ujar AKBP Panji.

Apa yang dilakukan tersangka Dede menurut AKBP Panji sebagai merupakan upaya untuk mengaburkan pandangan polisi bahwa kasus ini merupakan kasus keracunan murni, bukan pembunuhan.

Sebelumnya, Dede ikut menjadi mengalami keracunan karena menenggak kopi beracun bersama para korban lain sebuah rumah kontrakan di Ciketing, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi pada Kamis (12/1/2023).

Warrga sekitar saat itu mendengar rintihan minta tolong dari dalam rumah tersebut kemudian masuk ke dalam rumah untuk memeriksanya. Warga lantas dikejutkan dengan pemandangan dari lima orang penghuni rumah yang terbaring sembari mulutnya mengeluarkan busa.

Akibatnya tiga orang dinyatakan tewas, yakni Ai Maemunah beserta kedua anaknya M Ridwan Abdul Muiz (18) dan M Ruswandi (15). Sementara dua korban lainnya, Dede dan Neng Ayu Sulistyowati (5) dibawa ke rumah sakit oleh warga. (*/omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.