oleh

CEO Perusahaan E-Dinar Cash Tersangka Penipuan dan TPPU

POSKOTA.CO–Penyidik Bareskrim Polri menetapkan Abdullah Yusuf selaku CEO perusahaan E-Dinar Coin (EDC) Cash sebagai tersangka. Dia disangka terlibat kasus dugaan penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Abdullah melalui perusahaanny menggalang dana investasi dari masyarakat berupa mata uang kripto yang ilegal. Sebab, mata uangnitu tidak terdaftar di otoritas pemerintahan seperti OJK ataupun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Penyidik terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap tuntas siapa saja terlibat dibalik kasus itu. “Sudah ditahan, terhitung ditangkap kemarin,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, Selasa (20/4/2021).

Dia belum dapat menuturkan lebih lanjut mengenai perkara itu kepada publik saat ini. Alasannya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto akan menggelar konferensi pers pada Rabu 21 April 2021.

Penyidik telah melakukan serangkaian penggeledahan dan penyitaan aset-aset mlik tersangka. “Sudah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka,” ujarnya.

Dalam kasus ini penyidik telah menyita 14 kendaraan roda empat dan uang tunai baik dalam bentuk rupiah ataupun mata uang asing dalam penggeledahan itu. Penggeledahan juga dilakukan di rumah tersangka H di Sukabumi, Jawa Barat dengan menyita sejumlah barang mewah sebagai alat bukti.

Sementara Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK sebelumnya telah memasukkan EDCCash sebagai daftar investasi ilegal karena melakukan kegiatan jual beli uang kripto tanpa izin.

Satgas bahkan menduga investasi ilegal ini menggunakan skema ponzi untuk menarik minat para member. Pasalnya, EDCCash menjanjikan keuntungan dengan cara merekrut member baru ke dalam komunitas dan menambang EDC Cash, tapi harus membeli koin itu terlebih dahulu.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *