oleh

Bentrokan Ormas di Lenteng Agung Jaksel, Warga Sindir Kerja Kesbangpol

POSKOTA. CO – Bentrokan antara organisasi masyarakat (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP) di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Rabu (3/2/2021) malam disesalkan banyak pihak.

Terlebih bentrokan yang terjadi antar dua kelompok pemuda justru terjadi berulang kali di lokasi yang sama. Penyesalan bahkan disampaikan seorang anggota ormas yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

Dirinya menyampaikan peristiwa tawuran antar anggota FBR dan PP Lenteng Agung sebelumnya sempat terjadi pada beberapa waktu lalu. Pemicunya, kata dia, serupa dengan penyebab bentrokan pada Rabu (4/2/2021) malam, yakni soal perebutan jatah dari pedagang di seberang Stasiun Lenteng Agung.

Namun, bentrokan yang terjadi selama beberapa menit itu berakhir dengan sendirinya. Masing-masing anggota FBR maupun PP Lenteng Agung akhirnya membubarkan diri tanpa ada penyelesaian.

“Sebelumnya sempet bentrok juga, jadi bukan cuma semalem aja, ini udah ada tiga kali bentrok di sini,” ungkap anggota ormas yang enggan disebut indentitasnya saat dihubungi pada Kamis (4/2/2021). Tidak adanya solusi ataupun mediasi, bentrokan pertama katanya menyimpan dendam. Hasilnya, bentrokan kedua kembali pecah.

Bentrokan yang terjadi pada malam hari itu diungkapkannya berlangsung singkat lantaran lalu lintas tengah ramai. Serupa dengan bentrokan pertama, tidak ada pertemuan ataupun kesepakatan antara kedua belah pihak.

Lantaran tidak adanya mediasi antara kedua kelompok, bentrokan ketiga pun terjadi pada Rabu (3/2/2021) malam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam aksi tawuran yang melibatkan belasan anggota FBR dan PP Lenteng Agung tersebut.

“Nah makanya semalem itu kejadian lagi, yang ketiga ini (bentrokan) viral aja, makanya jadi rame sekarang,” jelasnya.

Berulangnya bentrokan antara kedua ormas ini juga disesalkan Bayu (40) warga Jalan Agung Raya, RT 09/02 Lenteng Agung. Dirinya sebagai warga Lenteng Agung mengaku terancam dengan adanya konflik antar kelompok tersebut.

Lingkungan menurutnya menjadi tidak aman dan nyaman. “Jelas lingkungan jadi nggak aman kalau ada begitu-begituan (bentrokan). Bukan cuma warga sini aja, orang lewat (pengendara) juga jelas terancam,” ungkapnya kesal.

Terkait terus berulangnya bentrokan, pegawai swasta itu meminta ketegasan Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) selaku pembina ormas di wilayah Jakarta Selatan.

Dirinya meminta agar Kesbangpol aktif menggandeng ormas, sehingga bentrokan antar anggota FBR dan PP Lenteng Agung tidak kembali terulang. “Yang jadi pertanyaan itu Pemkot Jaksel (Kesbangpol) sebagai pembina dan penanggung jawab ormas ke mana? Selama ini nggak keliatan kerjanya,” sindirnya.

“Kalau Kesbangpol kerja bener itu harusnya bisa jadi penengah, jadi ke depannya nggak ada lagi kejadian-kejadian kayak begini,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Jimmy Christian Samma mengungkapkan pemicu bentrokan ormas itu karena berebut lahan.

“Pemicu ya karena berebut lahan parkir,” kata AKBP Jimmy Christian Samma ketika dikonfirmasi, Kamis (4/2/2021) Dalam peristiwa tersebut lanjutnya, tidak adanya korban jiwa. Pihak kepolisian pun sudah melakukan mediasi dengan dua ormas yang terlibat bentrokan. “Enggak ada korban,” tambah Jimmy.

Sedangkan Kapolsek Jagakarsa, Kompol Eko Mulyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan mediasi ke kedua ormas tersebut, dengan mengumpulkan para ketuanya. (ale)

 12 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *