oleh

Bantahan BAP Zaenal Tayeb di PN Bali, Selasa Pekan Depan Jaksa Panggil Polisi Penyidik

POSKOTA. CO –  Pengadilan Negeri Bali kembali menggelar sidang lanjutan yang melibatkan mantan promotor tinju internasional Zaenal Tayeb, menghadirkan pihak notaris sebagai saksi, terkait kasus dugaan menyuruh memberikan keterangan palsu ke dalam Akta Autentik.

“Pemeriksaan pihak notaris sebagai saksi telah dilakukan, sesuai fakta persidangan, terdakwa hanya memberikan fotocoy sertifikat jadi bukan yang asli,” jelas Agung SH Jaksa Penuntut Umum ditemui usai Sidang, Jumat (18/6/2021).

Dikatakan, terdakwa Yuri Pranatomo (43) menemui notaris tahun 2019 untuk untuk mencatatkan sertifikat tanah seluas 13.700 meter, namun tidak membawa sertifikat (SHM) yang asli dengan alasan ada di BPN .

Akte dibuat dikarenakan saling kepercayaan karena terdakwa Yuri Pranatomo adalah staf Zaenal Tayeb.

Pihak notaris menerima berupa draf dari Yuri dan mencatatnya.Namun dikemudian hari, luas tanah setelah diukur hanya 8.892 meter

Sesuai fakta persidangan, pihak notaris mengatakan menerbitkan akte setelah terjadi pembayaran Rp61 Miliar.

Pihak notaris telah membacakan semua draf isi perjanjian kepada masing-masing pihak.

“Jadi pihak notaris bekerja sesuai SOP-nya,’ ungkap Agung.

Dalam Sidang sebelumnya, Selasa (15/6/2021), saksi Zaenal Tayeb yang telah menyandang status tersangka dalam perkara ini memberikan keterangan yang berbeda dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) membantah

Dimana saat majelis Hakim menanyakan menyangkut siapa yang memerintahkan terdakwa Yuri membuat draf perjanjian kerja sama pembangunan serta penjualan tanah, antara Zaenal Tayeb dan Hedar Giakoma Boy Syam sebagaimana menjadi pokok permasalahan.

Dari draff itulah kemudian dituangkan kedalam Akta Perjanjian yang dibuatkan ke notaris, ditandatangani oleh Zainal Tayeb serta saksi korban Hedar Giacoma Boy Syam.

“ Saksi, siapa yang memerintahkan terdakwa ini untuk membuat draf perjanjian ? Apakah saksi memerintahkan terdakwa mengkonsep drafnya?” tanya Hakim Ketua Hari Supriyanto.

“Tidak Pernah,” jawab Zainal Tayeb, juga saat ditanyakan apakah dirinya yang memberikan perintah agar terdakwa menyerahkan draf perjanjian tersebut ke notaris, Zainal Tayeb kembali mengelak.

Merasa ada kejanggalan Hakim Hari Supriyanto kemudian membacakan BAP.

Dimana dalam BAP Penyidik, Zaenal mengaku bahwa dirinyalah yang memerintahkan Terdakwa membuat draf perjanjian itu.

“Di BAP saudara saksi menyatakan memerintahkan terdakwa membuat draf, sementara di sidang ini, saudara menyatakan tidak. Mana yang benar keterangan saudara, yang di BAP atau di persidangan ini ? Kejar Hakim Hari Supriyanto.

Ditanya demikian, Zainal bersikukuh jika dirinya tidak pernah memerintahkan terdakwa membuat draf surat perjanjian itu.

Hakim pun menunjukkan BAP yang ditanda tangani Zainal.

Tanda tangan itu menunjukkan bahwa Zainal telah membaca serta mengerti isi BAP.

“Setelah diperiksa penyidik, sebelum saksi tandatangani, apakah sudah membaca isi BAP ”, tanya Hakim.

“Saya tidak pernah baca BAP. Setelah diperiksa, BAP dibaca pengacara saya,” kilah Zaenal.

Lantaran Zaenal tetap kukuh dengan keterangannya, dipersidangan, hakim lalu memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) memanggil; penyidik polisi.

“Jaksa, hadirkan penyidik polisi yang memeriksa saksi dalam BAP ini, ” tegas Hakim Hari Supriyanto.

Menurut keterangan Jaksa Penuntut, penyidik Polisi yang memeriksa saksi dalam BAP Akan dihadirkan Di Sidang lanjutan pekan depan, Selasa 22 Juni 2021. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *