oleh

Angkut BBM Bersubsidi tanpa Dokumen, Pemilik dan Nakhoda KM WIjaya III Jadi Pesakitan

POSKOTA.CO – Pemilik Kapala Motor (KM)  Wijaya III, Jimmy dan nakhodanya Sodikin dan Agus  diseret ke bangku persakitan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Para terdakwa ini dituduh mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim diketui Djuyamto,SH, MH, dengan anggota Agus dan Sri Srutopo Mulyono, acara sidangnya pada Senin (16/11/2020) beragendakan pemeriksaan saksi salah satu pengurus kapal.

Pada intinya saksi mengakui kalau KM WIjaya III ini digunakan untuk menangkap dan mengangkut ikan  hasil tangkapan nelayan itu, ternyata digunakan untuk mengangkut BBM bersubsidi berjenis solar itu untuk keperluan kapal-kapal penangkap ikan ditengah laut.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siti dari Kejaksaan Agung RI yang dibacakan JPU pengganti Imelda dan Irfano dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menyebutkan para terdakwa ini telah melanggar  pasal 53 Undang Undang Migas dan Undang Undang Pelayaran, tentang pengangkutan BBM yang diduga illegal.

“Para terdakwa telah mengangkut BBM bersubsidi jenis solar sebanyak 88 ton setara dengan 88 ribu liter yang diisi dari Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara,” ucap jaksa sambil menyebutkan kapal ini akan berangkat menuju Ambon. Kapal pengangkutan secara kolekting itu, tambah jaksa, telah disalah-gunakan pemilik kapal dan nakhodanya menjadi sarana untuk melakukan kecurangan.

Para terdakwa yang hingga tidak ditahan dan bebas menghirup udara ‘segar’ ini  ditangkap polisi dari  Mabes Polri di wilayah salah satu pelabuhan di Ambon. Dalam penyidikan terungkap pengangkutan BBM bersubsidi yang diduga illega itu karena berdasarkan perintah bos pemilik kapalnya.

Jaksa menyebutkan, perbuatan terdakwa tersebut, dengan cara setelah tangki kapal diisi penuh, di palkanya dijadikan untuk penampungan BBM bersubsidi tersebut hingga penuh.

Sementara sidang ditu pekan depan masih untuk memeriksa saksi-saksi. (Ferry/BW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *