POSKOTA. CO – Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis dengan pasar yang masih terbuka luas. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil rumput laut berpotensi untuk terus mengembangkan produksi rumput
laut melalui kegiatan pembudidayaan.
Yayasan Kalimajari, sebuah yayasan dengan visi membangun bersama masyarakat, memperkuat, dan mengembangkan komoditas lokal secara berkelanjutan berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya untuk mengadakan program lokakarya tata kelola pembibitan rumput laut untuk meningkatkan produksi dan produktivitas.
“Berdasarkan perjalanan program dan pembelajaran yang ditemukan di lapangan, terdapat beberapa hal yang berkontribusi terhadap rendahnya produksi dan produktivitas budidaya rumput laut, mulai dari ketersediaan bibit yang berkualitas dan keberlanjutannya serta jaminan distribusi yang aman sampai ke pembudidaya, juga ketepatan sasaran,” ungkap Direktur
Yayasan Kalimajari, IGA Agung Widiastuti, Rabu (29/9).
Dr. TB. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc. selaku Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP menjelaskan bahwa, rumput laut merupakan komoditas budidaya yang menjadi salah satu sektor unggulan di masa 2022 – 2024 mendatang. Menyiapkan industri ini menjadi sangat penting, terutama untuk dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kebijakan tersebut diberlakukan untuk memastikan perencanaan bantuan lebih tepat sasaran. Hal ini juga disampaikan oleh Ir. Nono Hartanto, M.Aq. selaku Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP.
“Sasaran bantuan paket KBRL ini adalah para pembibit yang tergabung di dalam kelompok pembudidaya rumput laut. Diharapkan para pembibit rumput laut ini dapat memasok kebutuhan bibit untuk para pembudidaya, sehingga dapat meningkatkan produksi rumput laut serta kesejahteraan para pembudidaya rumput laut,” tutup Nono Hartanto. (miv)







Komentar