oleh

Pukau Pengunjung Grand Finale Face of Indonesia 2026, Kolaborasi Migi Rihasalay dan Wishnu Aji Lahirkan Koleksi ‘Mawar Hitam’

TANGSEL – Desainer Migi Rihasalay berkolaborasi dengan Wisnu Aji melahirkan koleksi adibusana bertajuk ‘Mawar Hitam’. Koleksi gaun yang didomimasi warna hitam, putih, dan merah itu ternyata berhasil memukau pengunjung Grand Finale Face of Indonesia 2026 di She La Vie Grand Ballroom, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

Perancang busana Migi merasa bersyukur bahwa penampilan koleksinya berhasil memukau para pengunjung. “Saya bersyukur banget, penampilan kolaboratif dengan Wishnu Aji mendapat sambutan positif,” kata Migi kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/6). Adapun hajatan Frand Finale Face of Indonesia 2026 berlangsung pada hari Sabtu (27/6).

Kolaborasi Migi Rihasalay bersama Wisnu Aji ini menyajikan narasi mendalam tentang keberanian, perjuangan, dan proses berdarah-darah untuk mencapai sebuah mekaran sejati. Kedua desainer tersebut berhasil menerjemahkan filosofi mawar hitam berdarah ke dalam setiap helai busana yang ditampilkan di atas runway.

Migi Rihasalay menjelaskan bahwa konsep ‘Mawar Hitam yang sedang berdarah’ merefleksikan Tuhan yang memberikan banyak ujian, namun di dalamnya tersimpan keberanian untuk menjadi kuat.  “Darah yang menyertai simbol mawar hitam ini, kami interpretasikan sebagai wujud nyata dari perjuangan panjang yang harus dilalui oleh para pejuang bangsa hingga saat ini,” kata Migi. “Tema ini diangkat untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia,” lanjutnya.

Migi melanjutkan detail koleksi ini sangat diperhatikan, bahkan setelah sebelumnya pernah ditampilkan dalam peragaan busana lain, kini karya mereka kreasikan ulang secara spesifik untuk ajang Face of Indonesia. “Ornamen bunga tetap menjadi elemen kunci yang membantu memperkuat narasi visual, sejalan dengan filosofi perjuangan yang ingin disampaikan,” katanya.

Ia menekankan bahwa karya yang tercipta adalah manifestasi dari perjalanan hidup yang penuh tantangan, yang kemudian diwujudkan dalam sebuah tarian visual melalui busana. Momen kolaborasi ini dipandang sebagai puncak dari kesamaan visi kreatif Migi dan Wishnu.

Kolaborasi antara Migi Rihasalay dan Wisnu Aji bukanlah yang pertama, keduanya menunjukkan kedekatan dan kekaguman terhadap karya masing-masing. “Ornamen bunga tetap menjadi elemen kunci yang membantu memperkuat narasi visual, sejalan dengan filosofi perjuangan yang ingin disampaikan,” katanya.

Wisnu Aji turut menyampaikan bahwa kolaborasi ini lahir dari perjuangan masing-masing desainer yang kemudian disatukan menjadi sebuah representasi rasa di hati mereka. Ia menekankan bahwa karya yang tercipta adalah manifestasi dari perjalanan hidup yang penuh tantangan, yang kemudian diwujudkan dalam sebuah tarian visual melalui busana. Momen kolaborasi ini dipandang sebagai puncak dari kesamaan visi kreatif mereka berdua.

Migi mengaku sangat mengagumi karya Wisnu Aji, yang sebelumnya sudah menarik perhatian publik dan selebriti Tanah Air seperti keluarga Power Bank hingga Ayu Ting Ting. Kedekatan ini terjalin karena adanya kesamaan visi artistik yang mendalam. “Karya Wisnu Aji tidak hanya dipakai oleh selebritas domestik, tetapi juga telah menjadi bagian dari perjuangan para desainer untuk mendapatkan pengakuan di kancah internasional,” tandasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *