oleh

Produk Kecantikan Skincare yang Diproses Berkelanjutan Jadi Tren di Dunia

POSKOTA.CO-Memilih produk kecantikan kulit (skincare) tak cukup produk yang aman bagi kulit penggunanya. Tren yang terjadi di sejumlah negara,  produk dengan bahan dasar alami dan tersertifikasi lestari serta diproses secara berkelanjutan juga menjadi bahan pertimbangan konsumen. Hal tersebut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan dampak suatu produk kecantikan bagi kelestarian lingkungan.

“Di Cina, masyarakat kembali menggunakan ramuan tradisional, demikian juga Korea dimana produk berbahan organik berkelanjutan menjadi prioritas utama,” kata Gita Syahrani, Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari dalam diskusi C Channel Class: Be An Expert for Your Skin, yang merupakan hasil kolaborasi antara Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Yayasan Madani Berkelanjutan dan C Channel Indonesia.

Menurut Gita, memilih produk dengan kandungan yang berbahan dasar alami dan tersertifikasi lestari, serta diproses dengan metode yang berkelanjutan sangat penting. Mengingat penggunaan produk kecantikan oleh masyarakat memiliki dampak pada kondisi lingkungan sekitar.

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki banyak potensi akan keberagaman komoditas dan sumber daya alam, memiliki peluang besar untuk menjadi pemain besar di sektor industri kecantikan dan kesehatan. Disamping itu, di tanah air sendiri geliat praktik ramah lingkungan dan ramah sosial dalam pembudidayaan komoditas sudah semakin dikedepankan. Produksi tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan aspek lingkungan serta sosial.

Terkait C Channel Clas Vol. 5, ini adalah kegiatan edukasi kepada masyarakat  terkait komoditas ramah lingkungan dan ramah sosial dalam produk kecantikan, serta bagaimana penggunaan komoditas tersebut yang tidak bisa lepas dari beragam aspek kehidupan lainnya. C Channel Class ini diharapkan dapat memancing lebih banyak diskusi mengenai komoditas ramah lingkungan dan ramah sosial, khususnya di sektor kecantikan dan kesehatan, agar kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pengkonsumsian produk berbasis komoditas lokal ramah lingkungan ramah sosial semakin meningkat.

Diskusi secara virtual tersebut dihadiri sejumlah narasumber antara lain Danang Wisnu, Skincare Enthusiast; Ratna Kirana, Beauty Blogger; Ratu Ommaya, PR & Community Manager The Body Shop Indonesia; dan Devina Wijaya, Chief Marketing Officer N’ Pure  Official. Selain itu, perwakilan mitra pembangunan yang secara konsisten ikut mendorong praktik ramah lingkungan ramah sosial di Indonesia juga akan berbagi perspektif dalam C Channel Class Vol. 5, diantaranya Tiur Rumondang, Country Director RSPO Indonesia; Chandra Panjiwibowo,  Director Asia Pacific Rainforest Alliance; Dippos Naloanro Simanjuntak, Chairman Sustainable Spices Initiative Indonesia; dan Ibrahim Gulagnar, Deputi Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit.

Poin penting dari diskusi dalam C Channel Class Vol. 5 ini adalah betapa pentingnya memperhatikan kandungan dalam produk kecantikan yang digunakan sehari-hari. Selain memastikan kecocokan kandungan dengan kulit, pengguna hendaknya mengingat bahwa dalam menghasilkan suatu produk kecantikan, banyak hal yang dilibatkan, seperti lahan hutan, petani, serta masyarakat sekitar lahan.

Memilih produk dengan kandungan komoditas ramah sosial dan ramah lingkungan dapat menjadi suatu bentuk tanggung jawab masyarakat pengguna terhadap alam dan lingkungan, sehingga produk kecantikan tidak hanya mempercantik kulit, namun juga dapat membantu keberlanjutan alam dan sosial. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *