POSKOTA.CO-Umpan balik positif masyarakat peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus kami terima. Salah satunya, Natalia (24) seorang ibu rumah tangga yang baru saja menjalankan operasi caesar kelahiran buah hatinya di salah satu rumah sakit yang sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Dengan menggunakan Kartu JKN, Natalia menggocek dompet dengan biaya sebanyak nol rupiah. Ia juga mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur rumah sakit. Kelahiran caesar merupakan salah satu dari operasi besar yang bisa mendapatkan tanggungan penuh dari BPJS Kesehatan.
Natalia mengatakan, segala rentetan persyaratan administrasi memang harus dilalui dengan sabar. Rumah sakit juga tidak menutup mata dengan kondisi pasien yang memang membutuhkan penanganan segera. Ia mengatakan, keluhan saat Ia datang ke rumah sakit langsung direspon baik oleh tenaga medis yang ada. Semua diarahkan hingga Natalia tidak merasa bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Pasalnya, kondisi perutnya saat itu juga dapat dikatakan cukup besar. Pihak fasilitas kesehatan, dalam hal ini rumah sakit tentu akan memprioritaskan pasien – pasien berdasarkan kebutuhannya.
“Kartu JKN ini membantu Saya selama masa kehamilan hingga persalinan. Selama masa kehamilan, Saya mendapatkan konsultasi dokter dan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hingga tiba saat Saya harus menjalani persalinan, rasa syukur juga saya panjatkan karena semua berjalan dengan lancar. Tidak ada kendala dan hambatan saat proses registrasi hingga administrasi. Kelancaran proses ini tentu membantu Saya sebagai ibu hamil pada saat itu untuk tidak stres, karna pentingnya memilih fasilitas kesehatan, dokter, hingga jaminan kesehatan yang tidak mengundang stres bagi pasien. Apalagi ibu hamil,” ujar Natalia.
Prosedur pelayanan pasien di rumah sakit yang sudah terintegerasi dengan BPJS Kesehatan terutama di wilayah Jakarta Barat dijalankan berdasarkan arahan melalui sosisalisasi yang seringkali dilakukan oleh BPJS Kesehatan ke tiap – tiap fasilitas kesehatan (faskes). Sosialisasi terkait pelayanan ke tiap faskes terus dilakukan oleh BPJS Kesehatan demi meningkatkan mutu layanan serta umpan balik positif dari peserta yang diharapkan dapat terus kami terima. Melalui sosialisasi rutin, BPJS Kesehatan juga dapat menerima umpan balik positif dari rumah sakit, serta menampung aspirasi positif yang masuk.
“Kalau bukan dengan BPJS Kesehatan, Saya tidak tahu berapa besar nominal pembayaran yang akan saya bayarkan. Mungkin mencapai puluhan juta rupiah. Selama masa penyembuhan hingga kontrol rutin Si Kecil juga Saya jalankan dengan menggunakan Kartu JKN. Keuntungan menggunakan Kartu JKN sangat Saya rasakan dikeadaan seperti ini. Maka dari itu, Saya juga berpesan untuk masyarakat lain untuk tidak menyepelekan status kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), agar setidaknya kita semua memiliki jaminan kesehatan yang dapat dipercayai,” pesannya. (*/fs)







Komentar