JAKARTA-Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia (PERSAMI) dipimpin oleh Ketua Umum Prof. Dr. Hj. Siti Nur Azizah, S.H., M.Hum dan Sekretaris Jenderal DPP PERSAMI Prof. Dr. Euis Amalia M.Ag pada periode pengurus tahun 2022-2026 telah membawa para muslimah melesat hingga ke kancah global.
“PERSAMI berperan aktif dalam penguatan UKM halal yg dikelolala dan dimiliki perempuan untuk mampu memperkuat ekonomi nasional dan perdagangan internasional,” kata Ketua Umum Prof. Dr. Hj. Siti Nur Azizah, S.H., M.Hum di sela-sela Workshop dengan tema “Halal di Jaringan Digital Menuju Pasar Global Era 4.0.” dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PERSAMI Tahun 2024 di Jakarta Kamis, (14/11/2024).
Menurut Siti Nur Azizah, PERSAMI menggelar program pengembangan dan penguatan ekonomi syariah. Guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional maupun global dan mendukung terwujudnya ekosistem agro industri halal yang inovatif.
“Program Halal di Jaringan Digital (Hadija) merupakan sebuah upaya Persami untuk memperkuat Halal Value Chain (HVC) yang akan mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah ditingkat regional maupun global. Karena itu Rakernas tahun ini merupakan momentum yang kuat untuk mewujudkan gagasan tersebut,” ungkap Ketum PERSAMI yang sekaligus professor hukum dalam bidang bisnis halal pertama di Indonesia tersebut.
Azizah yang dikenal secara konsisten menyuarakan bisnis halal ini menyampaikan bahwa Program Hadija merupakan tulang punggung bagi kelima program Persami lainnya. Organisasi yang berumur delapan tahun ini, memiliki 5 program lain selain Hadija. Program tersebut adalah Fatimah (Festival Produktivitas Rumah Tangga), Rindu (Rumah Inovasi Produk Halal), Seratus (Serat untuk Sejahtera), Pahala (Pangan Halal Berbahan Lokal), dan Sedunia (Sinergi Produk Dunia).
“Melalui Rakernas ini, Persami akan meyakinkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan digitalisasi, diantaranya berupa: (1) Tantangan pemenuhan kualitas SDM yang paham dan mampu menguasai sistem dan perkembangan teknologi IT untuk mendukung visi dan misi Persami. (2) Meningkatkan kemampuan membangun infrasturktur dan meng-up grade perkembangan teknologi yang semakin pesat berkembang untuk menghadapi urgensi digitalisasi yang begitu besar. (3) Meningkatkan penguasaan data yang akan memberi pengaruh terhadap tumbuh kembang Persami dalam membuat regulasi dan mengambil keputusan, dan (4) Meningkatkan kemampuan dalam penguasaan teknologi berbasis AI dan juga cloud computing sebagai navigasi dalam membuat perencanaan dan studi pengembangan organisasi,” demikian penulis buku Towards Halal ini menjelaskan.
Puteri Wakil Presiden RI XIII ini mengharapkan program ini bisa mengembangkan misi PERSAMI sebagai wadah bagi para saudagar muslimah Indonesia yang memiliki karakter cendekia, profesional, dan tangguh dalam berbisnis halal berbasis teknologi.
Anggota Kowani ke-108
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Kowani Dr Ir Giwo Rubianto menyambut baik bergabungnya PERSAMI dalam federasi organisasi terbesar KOWANI. Saat ini tercatat ada 110 organisasi peremouan sudah bergabung ke KOWANI dan PERSAMI merupakan anggota ke-108.
Ihwal diterimanya PERSAMI menjadi anggota KOWANI, Giwo mengatakan bahwa untuk menjadi anggota KOWANI sebuah organisasi perempuan harus memenuhi banyak persyaratan. Mulai dari adanya kepengurusan, adanya kantor cabang minimal di 30 persen provinsi yaang ada di Indonesia, memiliki AD/ART organisasi yang berlandaskan Pancasila, dan memiliki program kerja yang jelas.
“Saya melihat semua persyaratan PERSAMI untuk gabung di KOWANI memenuhi syarat, sehingga tidak perlu menunggu lama, kami langsunng memprosesnya,” kata Giwo.
Ia senang karena KOWANI merupakan organisasi perempuan yang memiliki karakteristik khusus utamanya mendorong pelaku UMKM perempuan untuk mengantongi sertifikat halal. “Jarang ada organisasi dengan spesifikasi begini,” lanjutnya.
Selain itu, kepengurusan PERSAMI yang berisikan orang-orang dari akademisi bergelar doktor dan profesor diyakini akan memudahkan gerak langkah dan kerja organisasi.
Ke depan, KOWANI mengajak kolaborasi PERSAMI untuk memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM perempuan terkait e-commerce dan keamanan siber. Mengingat saat ini sekitar 70 persen pelaku UMKM perempuan sudah terkoneksi dengan internet.
Dalam gelaran Rakernas juga menghaadirkan fashion show parade karya anggota PERSAMI yakni, Nina Nugroho, Salwa Tanara, Ryani, Lisa Fitria. Pameran UMKM fashion, scraft, skincare, penyedia Jasa, makanan tradisional, kopi, & teh.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Dr. H. Ahmad Haikal Hassan, S.T., MT, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, Direktur DEKS Bank Indonesia (BI) Dr. Rifki Ismal, dan Kadin Indonesia Komite Timur Tengah Mohamad Bawazeer.
Pada Workshop juga dihadiri oleh pembicara antara lain, Roy Nicholas Mandey selaku Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo); Mardyana Listyowati, S.H., M.SE dari Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan; Yogia Prihartiny, ST sebagai Kepala Bidang Kemitraan UKM – Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar, Kementerian UMKM; Emil Edi Dharma (CEO PT Fintek Andalan Solusi Teknologi (FULUSME)-MSN Group; dan Budiman Indrajaya (Direktur Utama PT Urun Bangun Jaya). (*/fs)







Komentar