oleh

Goes Forward, 60 Tahun  Hutama  Karya  Menghubungkan  Kebaikan  untuk Indonesia Maju

POSKOTA.CO-Genap berusia 60 tahun pada hari Senin (29/3)lalu, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berkomitmen untuk terus gencar dalam membangun infrastruktur dengan kualitas terbaik sehingga dapat menghubungkan titik-titik kebaikan di seluruh Indonesia. Meski sedang berada di situasi pandemi Covid-19, perusahaan tetap melanjutkan proses bisnisnya dalam membangun berbagai infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, bandara, gedung, pembangkit listrik, dan infrastruktur lainnya.

“Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang tertuang dalam salah satu Nawacita Presiden RI, Joko Widodo yakni pembangunan infrastruktur,” kata Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, Kamis (08/04/2021).

Menurut Budi Harto, saat meresmikan salah satu proyek terminal bandara di Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Rabu (24/3) lalu, Jokowi mengungkapkan alasan mengapa pemerintah gencar dalam membangun infrastruktur. Presiden menyatakan pembangunan infrastruktur bukan hanya sekadar membangun fisik, namun banyak hal yang akan muncul dan berkembang karena dibangunnya infrastruktur.

Salah satu ruas tol yang dikelola Hutama Karya di Pulau Sumatera

Diantaranya adalah pembangunan infrastruktur sama dengan membangun peradaban, kemudian membangun daya saing sehingga Indonesia dapat berkompetisi dengan negara-negara lain. Dan terakhir menyatukan antar daerah, antar provinsi, antar pulau, serta antar wilayah.

Mengangkat tema 60th Goes Forward, Hutama Karya berharap di usia yang ke-60 ini perusahaan dapat terus melaju dan beradaptasi meski dalam situasi apapun. Goes Forward merepresentasikan semangat perusahaan agar terus melaju dan berinovasi mengembangkan karyanya terlepas dari perubahan zaman. Selain itu, tema ini juga dipilih sejalan dengan visi Pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Maju.

BUMN krusial

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thorir secara khusus menyampaikan bahwa peran perusahaan BUMN di bidang konstruksi khususnya jalan raya seperti Hutama Karya sangat krusial dan sangat penting. “Dengan mengambil peran strategis dalam memberi manfaat nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat Indonesia, HK harus terus maju dan beradaptasi dalam situasi apapun. Oleh karenanya di usia 60 tahun ini, saya ingin memotivasi HK untuk terus berinovasi demi mengikuti perubahan zaman sehingga Hutama Karya tetap memberikan kontribusi nyata bagi indonesia maju,” ujarnya.

Budi Harto mengatakan,  bahwa selama 6 (enam) dekade, Hutama Karya telah berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Termasuk amanah besar yang diberikan oleh Pemerintah untuk membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.789 km, tidak hanya infrastruktur yang dibangun, namun sekaligus mengukir sejarah baru.

“Kita syukuri bahwa diperjalanan 60 tahun ini HK telah berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, banyak bangunan infrastrktur yang dibangun HK dan bermanfaat untuk kehidupan orang banyak. Kita saat ini mendapat amanah yang besar dari Pemerintah yaitu membangun Jalan Tol Trans Sumatera, tidak hanya sekadar membangun jalan tol, tapi sebenarnya kita sedang menulis sejarah, tentu dengan tinta emas, jika kita bisa menghasilkan jalan tol yang berkualitas, nyaman, aman dan berumur. Panjang.” ujar Budi.

Di tahun 2020, Hutama Karya juga mencatatkan kinerja keuangan yang stabil dimana perseroan membukukan pendapatan senilai Rp 21.643 Miliar. Pendapatan masih didominasi oleh lini bisnis Jasa Konstruksi Jalan Tol sebesar 71,24% dan Jasa Konstruksi sebesar 14,38%.

Hingga akhir tahun 2020, Hutama Karya mencatatkan kenaikan ekuitas sebesar 38,51% dibandingkan periode yang sama ditahun 2019 yang didorong oleh kenaikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 11 Triliun. Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ini akan digunakan untuk membiayai penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera antara lain ruas Pekanbaru-Dumai, ruas Terbanggi Besar -Pematang Panggang-Kayu Agung, ruas Simpang Indralaya -Muara Enim dan ruas Pekanbaru -Padang seksi Pekanbaru–Pangkalan.

Kontrak baru proyek strategis

Aspek keindahan konstruksi jalan tol juga menjadi perhatian Hutama Karya

Mengawali enam dekade usia dengan keyakinan dan optimisme ditengah pandemi tahun 2021 ini, Hutama Karya memproyeksikan perusahaan akan memperoleh kontrak baru hingga IDR 20.59 Tn dengan membidik proyek–proyek strategis nasional pemerintah, khususnya pada proyek bendungan, infrastruktur jalan, dan EPC yang menjadi andalan Hutama Karya. Di tahun ini pula, perusahaan juga akan fokus pada optimalisasi anak perusahaanmulai dari PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), PT Hakaaston (HKA), dan PT HK Realtindo (HKR). Tak hanya itu, penerapan teknologi konstruksi terkini dan digitalisasi pada proses bisnisnya, juga perlahan-lahan telah diterapkan perusahaan pada seluruh unit bisnisnya.

Dari sisi engineering, Hutama Karya telah menggunakan Autodesk BIM 360 yang mampu mengendalikan proyek bangunan sejak fase awal dan mengomunikasikan desain yang dimaksud secara efektif. Sedangkan dari sisi supply chain management, menggunakan aplikasi berbasis SAP untuk memantau hingga memproses tagihan yang masuk dari berbagai rekanan perusahaan, hingga menjalankan proses bisnis berbasi Enterprise Resource Plannig (ERP).

Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19, perusahaan tetap mampu menggarap beberapa proyek strategis penting di Indonesia. Sepanjang tahun 2020 hingga saat ini, perusahaan masih terus menggarap puluhan proyek di seluruh Indonesia, tentu dengan penerapan prosedur dan protokol kesehatan yang ketat hingga supply vitamin kepada para pekerja, semua hal tersebut dimonitor secara harian oleh tim QHSSE pada masing-masing proyek dan dimonitor oleh Manajemen Hutama Karya di Kantor Pusat.

Adapun proyek-proyek yang berhasil didapatkan di tengah pandemidiantaranya Proyek Irigasi Rentang, Chevron TTM (Tahap I), Dermaga Semarang Peldam, Interchange Margabumi, Bandara Internasional Lombok Lanjutan, Tanggap Darurat Sungai Radda dan Sungai Rongkong, Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan Bailey, Bendungan Bintang Bano Lanjutan, RS Pendidikan Hasanudin, Politeknik STAN, Rumah Sakit Kupang, Jargas Musirawas, dan Dermaga TBBM Tanjung Batu, hingga Pengembangan Kawasan Lumbung Pangan Baru atau Food Estate yang berlokasi di Kalimantan Tengah.

Kemudian pada awal Maret 2021, Hutama Karya juga baru saja mendapatkan kontrak pembangunan sisi timur kawasan sirkuit MotoGP Mandalika di Nusa Tenggara Barat, yang mana kehadiran proyek ini dapat membawa dampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat sekitar serta mempersiapkan normalisasi pariwisata setelah penuntasan proses vaksinasi Indonesia dan menjadi langkah yang baik untuk mangawali usianya yang menginjak 60 tahun.

Optimisme Bangun dan Kelola Jalan Tol Trans Sumatera

Sejak mengemban amanah untuk membangun dan mengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada tahun 2014, kini Hutama Karya telah menyelesaikan dan mengoperasikan enam ruas tol di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 531 km, dengan ruas yang dalam proses konstruksi sepanjang 534 km. Keenam ruas tol yang telah beroperasi tersebut adalah Medan–Binjai (17 km), Palembang –Sp. Indralaya (22 km), Bakauheni –Terbanggi Besar (141 km), Pekanbaru –Dumai (132 km), Terbanggi Besar –Pematang Panggang –Kayu Agung (189km), Sigli –Banda Aceh seksi 3 & 4 (30 km).

Pembangunan JTTS tentu tidak terlepas dari tantangan, mulai dari proses pengadaan tanah/pembebasan lahan, serta kondisi geoteknik yang bervariasi, mulai dari tanah lunak, berpasir, gambut, sampai banyaknya bebatuan yang membutuhkan penanganan khusus untuk dapat melakukan konstruksi. Walaupun demikian, Hutama Karya telah menjalankan beberapa solusi untuk menanggulangi permasalahan penyelesaian JTTS, antara lain penggunaan metode Vacuum Consolidation Methode (VCM) pada ruas Palembang–Indralaya, penggunaan pile slabdan integrated slabpada ruas Pekanbaru–Dumai, penggunaan metode blastingdi lokasi ruas Bakauheni –Terbanggi Besar, dan lain sebagainya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *