oleh

Anggota Komisi XI DPR RI Minta  BI Tingkatkan Kualitas SDM Pelaku UMKM

POSKOTA.CO-Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia (BI) yang telah bertindak nyata membantu Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Barat yang terdampak Covid 19. “Penting bagi kita semua untuk fokus kepada UMKM agar  mampu bertahan di tengah situasi pandemi Covid 19 yang belum berakhir.”

“Seiring dengan banyaknya  UMKM yang baru tumbuh di berbagai wilayah, terutama dari kalangan ibu-ibu rumah tangga, sebagian besarnya  adalah usaha mikro dan ultra mikro, sehingga mereka menghadapi  kesulitan dalam mengakses lembaga perbankan. Sedangkan, pemerintah mengucurkan KUR atau BI mengeluarkan permodalan, yang seluruhnya melalui perbankan. Maka, perlu adanya solusi tepat  yang dihadirkan oleh pemerintah dan BI dalam hal ini,” kata Anis yang juga Ketua DPP PKS Bidang ekonomi dan Keuangan ini.

Menurut anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (DAPIL) DKI Jakarta 1 wilayah Jakarta Timur ini,  terkait dengan digitalisasi,  belum banyak UMKM yang masuk platform digital, data dari Kementerian Koperasi, dari  64 juta UMKM, yang masuk platform digital baru sekitar 8 juta atau 13%.  Dengan demikian  digitalisasi UMKM belum bisa terburu-buru, menjangkau akses perbankan saja mereka masih kesulitan, apalagi digitalisasi.

Doktor Ekonomi Syariah ini menjelaskan, UMKM  tidak bisa dipisahkan dengan Sumber Daya Manusia (SDM), menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) rata rata SDM UMKM adalah lulusan SD dan SMP, kapasitas SDM inilah yang membuat UMKM sulit berkembang. Sedangkan  99,9% UMKM kita menopang ekonomi nasional dan korporasi hanya 0,01% , tapi kalau kapasitas SDM nya masih rendah, tentu akan sulit mendongkrak UMKM berkontribusi pada perekonomian nasional.

“Oleh karena itu saya mengusulkan kepada Bank Indonesia untuk memberikan bantuan program pendidikan formal dan informal terkait ekonomi dan peningkatan SDM, yang akan berdampak kepada peningkatan UMKM, sehingga mampu bertahan dan memilki daya saing yang tinggi di dalam negeri bahkan bisa go internasional,” tandasnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *