oleh

Warga Dusun Kertosari dan Dusun Tingkir Keluhkan Jalan yang Rusak

POSKOTA.CO – Masyarakat Dusun Tingkir dan Dusun Kertosari, Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang mengeluhkan soal keberadaan jalan di wilayahnya yang kondisinya rusak parah akibat intensitas hujan tinggi. Pasalnya, jalan utama menuju Kantor Balai Desa dan jalan perbatasan menuju Taman Sumur Pandan juga mengalami kerusakan cukup serius. Hal itu disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Dusun Kertosari berinisial WY (47) saat ditemui media ini, Senin (8/3/2021).

“Masalah jalan rusak saya sering mengupayakan lewat koordinasi ke Pemerintah Desa (Pemdes) agar sementara diurug dari dana PAD (Pendapatan Asli Desa), supaya menysisihkan untuk beli tanah urug dan beberapa kali kita tegur ke Pemdes, maksud tujuan agar Kepala Desa (Kades) Nyamplungsari Wahid buka mata. Sehingga jalan itu selain dibenahi aman dilintasi,” ungkap WY.

“Tapi rupanya Kades mengabaikan keluhan masyarakat. Sebab sampai saat ini, kondisi jalan rusak semakin parah,” imbuhnya.

Hal sama diungkapkan oleh Nur Sholeh dan Cokro, kerusakan jalan sudah cukup lama sekitar enam bulan lebih.Mereka menuturkan, pihaknya sudah meminta bantuan tanah krosok berkali-kali, namun tidak ada bantuan dari desa.

“Itu rusak sudah 6 bulan lebih, berkali – kali minta bantuan krosok namun tidak ada bantuan krosok dari desa,” ungkapnya saat ditemui di lokasi pengurugan jalan yang rusak.

Mereka mengatakan, selama ini pengurugan tanah krosok diambil dari dana retribusi masuk wisata Pantai Sumur Pandan.

“Dari dulu pun sama, kita selalu mengurug jalan ini dari hasil retribusi Wisata,” ungkap Nur.

“Bagaimana masyarakat tidak mengeluh, jalan utama itu rusak parah, bahkan sering terjadi kendaraan yang melintas terjatuh,” imbuhnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Nyamplungsari Abdul Wahid ketika diminta tanggapan soal keluhan warga mengatakan, dirinya sedang berusaha mencari bantuan kepada pihak pengembang yang menjanjikan akan membenahi jalan yang rusak akibat sering dilewati oleh dam truk yang membawa tanah untuk mengurug tanah milik pengembang.Bahkan menurut Wahid, dirinya sudah pesan tanah krosok tiga truk, namaun baru dikirim satu truk.

“Kata sopir truk yang dipesan pasir krosoknya, untuk mendapatkannya harus antri, makanya pesan tiga baru dikirim,” kata Wahid.

“Kami sudah menghubungi pengembang berkali-kali, menagih janji mereka, katanya mau dibetulkan jalan yang rusak tapi hingga kini belum terealisasikan,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan media ini, jalan sepanjang 1 kilometer di wilayah Dusun Tingkir itu rusak parah. Jalan penghubung antara Dusun Tingkir Nyamplungsari dengan Desa Klareyan itu, juga tidak rata sebagaimana jalan yang biasa dilintasi kendaraan pengunjung ke Taman Wisata.

Selain jalan bergelombang, kondisi jalan penuh banyak lubang, dan bebatuan, hingga terdapat genangan air yang menggerogoti jalan tersebut. Dengan kondisi tersebut, para pengguna jalan harus ekstra hati-hati jika melintas di jalan tersebut.

Terlebih lagi pada musim hujan sekarang ini, sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Dimana kondisi jalan sulit untuk dilalui khususnya kendaraan roda dua. Selain terdapat genangan air, tanah di jalan tersebut berlapis tanah lumpur yang layaknya seperti sehingga sangat licin. (rae/fahroji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *