oleh

Tawuran Pelajar Satu Meninggal, Klewang dan Gobang Disita Polisi

POSKOTA. CO – Polisi mengamankan beberapa pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran di Depan Gerbang Perumahan Bukit Kencana Permai, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Tawuran pelajar pada Minggu (21/2/2021), sekira pukul 04.00 WIB ini mengakibatkan satu orang tewas, karena terkena sabetan senjata tajam.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan dikawasan Lawang Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor menyatakan, tawuran maut jelang subuh ini berawal dari minum minuman keras jenis Ciu.

Dari keterangan pelaku, kejadian berawal saat korban RH dan adik korban bernama RZ serta Alung datang ke lapangan hewan Cilebut. Disini mereka berbincang sambil minum-minuman keras jenis ciu. Ketiganya lalu berpindah ke daerah Pabuaran, yang menjadi tempat nongkrong kelompok WFC.

Setibanya di Pabuaran, mereka kembali menenggak minuman keras bersama rekannya yang lain. Tak lama, mereka mendapat informasi, ada penyerangan ke anak WFC. Informasi penyerangan ini, membuat kelompok WFC lalu menpersenjatai diri dengan senjata tajam yang sudah disiapkan dalam kardus dan tas raket.

Kapolres

Setelah memegang senjata tajam, korban bersama rekannya yang tergabung dalam kelompok WFC berjalan menuju gerbang Perum Bukit Kencana Permai, tepatnya di Jalan Raya Kencana No 2, RT 1/2, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Bogor ini menambahkan, kelompok WFC sengaja menuju gerbang, dengan maksud menghadang kelompok massa yang akan menyerang mereka. “Begitu kelompok WFC tiba di tempat kejadian, maka terjadilah bentrok. Samurai dari kelompok anak Gang Jarum atau anak Pabuaran, mengenai tubuh korban berkali-kali hingga tewas,”ujar Kapolresta.

Bahkan pada saat korban terjatuh, ia masih dikelilingi oleh para pelaku. Korban dibacoki oleh pelaku MF (21) menggunakan celurit ke arah tangan kanan.

Sedangkan pelaku AH (22), membacok bagian kaki korban, dan pelaku DW menggunakan celurit menyabet atau membacokan secara asal ke arah tubuh korban.

Dua pelaku lainnya, AR dan A sedang dalam pengejaran. Keduanya juga terlibat saat penyerangan terjadi. “RH mengalami luku parah dan akhirnya meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju RS Islam Kota Bogor. Jadi ini motifnya ingin menunjukan kelompok yang paling jago dan berani, antar kelompok,” katanya.

Petugas Polresta Bogor Kota langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk memburu pelaku.
Dalam tempo lima hari para pelaku berhasil ditangkap oleh Opsnal Reskrim dan Timsus Kujang Polresta Bogor Kota.

Para pelaku dijerat pasal berlapis 170 ayat (1) dan (2) ke-3 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun, serta pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun penjara atau pasal 358 ayat (2) KUHPudana dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun penjara. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *