POSKOTA CO – Pemerintah Kota Batam kembali memberi perhatian buat masyarakat terdampak Pandemi Covid 19. Kali ini yang menjadi sasaran bantuan adalah kalangan pelaku usaha seni dan ekraf di Batam Provinsi Kepulauan Riau. ( Kepri). Pembagian sembako digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, Minggu (15/8 ).
” Keadaan sulit seperti ini hendaknya kota bisa saling berbagi dan saling membantu. Kekompakan semua pihak adalah kunci untuk keluar dari tantangan kondisi saat ini, ” sebut Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad.
Kegiatan yang dimotori Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, baiknya dapat direalisasikan sebagai momentum saling menguatkan dan silaturahmi.
“Sekarang memang berat, beberapa waktu lalu saya dapat informasi dari PHRI. Ada 18 hotel yang malamnya lampu dimatikan,” terang Amsakar.
Sebagaimana diketahui, kunjungan warga negara Singapura dan Malaysia sangat membantu perekonomian Batam dan wilayah Kepulauan Riau lainnya.
Dimasa pandemi ini, merosotnya kunjungan warga negara tetangga nyaris mematikan dunia usaha perhotelan, restauran, warung makanan hingga jasa transportasi, taxi dan ojek.
“Biasanya dulu ramai wisatawan. Tapi sekarang Singapura tutup, Malaysia tutup. Jadinya Jumat Sabtu maupun Minggu tidak ramai seperti biasanya,” tambah Amsakar.
Untuk itu, Amsakar menyarankan ke warga untuk tetap mengikuti prokes, segera ikuti vaksinasi agar pandemi ini cepat berlalu. Jika pandemi Covid19 ini tidak bisa teratasi, maka pendapatan daerah yang notabenenya digunakan kembali untuk pembangunan juga ikut terganggu.
Adapun paket bantuan Pemko Batam ke pelaku seni dan ekraf adalah beras 5 kg, mie instan satu dus, jumlahnya sebanyak 444 paket.
“Bantuan ini kita salurkan secara bertahap, semoga dapat bermanfaat bagi pelaku seni dan ekraf,” kata kepala Disbudpar Batam Ardiwinata.
Ketua Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) Kota Batam, Dodoy mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan berupa sembako kepada pelaku seni dan ekraf. Selama pandemi Covid-19 ini, ia mengaku banyak tempat usaha dibatasi operasional bahkan tutup.
“Alhamdulillah dapat perhatian dari pemerintah, selama ini tempat hiburan dibatasi ada yang ditutup,” ungkap Dodoy (ferry).







Komentar