oleh

Pemdes Sangkanerang Gelar Proyek Jalan Usaha Tani di Tengah Serbuan Virus Corona

-Daerah-80 views

POSKOTA.CO – Pemerintah Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana Kuningan Jawa Barat, saat ini sedang menggelar kegiatan pembangunan jalan usaha tani.

Program yang dilaksanakan meneruskan agenda pada tahun sebelumnya (2019-red) memiliki volume panjang 1400 meter dengan lebar 4 meter. Keterangan itu disampaikan Kepala Desa Sangkanerang melalui Sekretaris Desa Soleman saat dihubungi wartawan media ini pada Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, proyek pembangunan jalan usaha tani dikerjakan pihaknya dalam situasi penyebaran Covid-19 sekarang disebabkan adanya desakan warga setempat.

“Warga mengancam akan berdemo ke kecamatan jika pembangunan jalan usaha tani tidak segera dibuktikan,” ungkap Soleman.

Sehubungan itu katanya, Kepala Desa setelah berunding dengan perangkat dan unsur pimpinan BPD mengambil langkah untuk merealisasikan proyek dimaksud.

Ditegaskannya, aspirasi warga setempat mendesak dilaksanakan pembangunan jalan usaha tani ini dinilai cukup beralasan.

“Hal ini jelas menyangkut kebutuhan penting bagi warga tani dan program yang diawali tahun lalu ingin segera dituntaskan,” tandas Soleman memberi alasan.

Sementara itu hal berbeda disampaikan salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak disebut. Dia menyatakan, sebaiknya pemerintah desa lebih konsentrasi terhadap program untuk membantu langsung masyarakat.

“Dana desa harus dioptimalisasikan bagi kebutuhan warga untuk ketahanan pangan dan ekonomi serta kebutuhan sehari-hari dalam keadaaan terdampak pandemi Corona ini,” harapnya.

Dia mengetahui, dana desa besaran nilainya sudah jelas pada tahun 2020 sekarang. “Jika digunakan untuk kegiatan pembangunan bagaimana kalau kepentingan Bantuan Langsung Tunai (BLT) masyarakat nanti menjadi tidak mampu teratasi sebab jangka waktunya yang relatif belum menentu sampai kapan,” tanyanya menyoal.

Terpisah, salah seorang pemerhati sosial di Kabupaten Kuningan, Maman Sutarman menyebutkan, kegiatan pembangunan fisik dalam situasi penyebaran pandemi Covid-19 sekarang, idealnya harus ditunda. “Apalagi kegiatan ini bersumber dari dana desa (DD) yang sejatinya lebih difokuskan pada penanganan virus Corona,” terangnya.

Dia mengingatkan, pada sebuah proyek fisik tentunya akan menimbulkan terjadinya kerumunan orang. Sementara Pemerintah saat ini lanjutnya, sedang gencar mencegah kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

“Sebaiknya ada kebijakan yang terintegrasi dari pemerintah kabupaten hingga ke pemerintah desa untuk mencegah kegiatan apapun yang mengundang hadirnya banyak orang,” pungkasnya mengkritik. (ns)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *