POSKOTA CO – Rempang Galang memanas, warga lakukan aksi demo dengan cara berbondong menghalau datangnya Tim Terpadu untuk melakukan pematokan lahan di wilayah Rempang dan Galang. Konsentrasi massa terlihat semakin menumpuk ramai di jembatan 4 Galang, Kamis (7/9).
Terinformasi, mediasi untuk relokasi yang dilakukan instansi terkait yakni Pemko Batam serta Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali mentok, warga Rempang dan Galang tetap tidak mau di relokasi.
Tidak sampai disitu, upaya pihak keamanan dari Polresta Barelang berulang menjembatani warga untuk mencari solusi juga tidak membuahkan hasil.
Warga yang menolak berasal dari 16 kampung tua di wilayah Rempang dan Galang. Mereka tetap tidak mau direlokasi padahal BP Batam sudah menjanjikan rumah senilai 120 juta berikut kebun seluas 500 meter setiap kepala keluarga.
Pabrik Kaca
Wilayah Rempang dan Galang direncanakan akan dibangun pabrik kaca terbesar kedua di dunia, dengan nilai investasi sebesar 172 Triliun rupiah oleh PT MEG. Penawaran ganti rugi kepada 16 kampung tua yang dilakukan oleh BP Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, ditolak warga.
Puncaknya Kamis (7/9) Tim Terpadu datang untuk melakukan pematokan lahan. Sejumlah warga menolak bahkan menghadang Tim Terpadu memasuki wilayah mereka. Tidak terelak, kerumunan warga berhadapan dengan Tim Terpadu, terjadi lemparan batu ke petugas, massa semakin beringas menghalau, untuk membubarkan massa petugas melakukan penyemprotan air melalui water canon dan tembakan gas air mata.
Semprotan air dan tembakan gas air mata membuat warga kocar kacir mencari tempat berlindung. Ada warga terlihat mengusap-usap matanya kepedihan bahkan ada yang berdarah terkena lemparan di wajah. Aparat dari kepolisian, TNI dan Satpol PP terlihat berjibaku menolong warga yang terkena gas air mata dan terluka.
Belum didapat informasi dari pihak kepolisian seberapa banyak korban dari warga dan pihak Tim Terpadu akibat dari peristiwa ini. Namun, dalam peristiwa ini, terkabar ada warga yang diamankan untuk dimintai keterangan. Hingga berita ini diturunkan, kondisi berangsur kondusif. (ferry).







Komentar