POSKOTA.CO – Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Jawa Timur, Anik Maslahah dalam acara pembukaan workshop SOP dan format kelembagaan Griya Curhat Keluarga (GCK) di Hotel Aria Centra Surabaya Kamis (10/12/20) mengungkapkan, layanan GCK merupakan ide dasar DR. (H.c) Gus Halim Iskandar,MPd, ketua DPW PKB Provinsi Jawa Timur.
Gagasan atau ide menteri desa dan pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi RI, itu muncul setelah banyak persoalan sosial menimpa kalangan perempuan dan keluarga. “Untuk itu kami ditugaskan untuk mengawasinya,” tandas Hj. Anik Maslaha,M.Pd.
GCK ini telah dilaunching oleh Gus Halim Iskandar Ketua DPW PKB Jawa Timur sebagai instrument Pelayan Ibu Pertiwi sebagaimana tagline Muktamar PKB di Bali tahun 2019
Menyinggung soal Pilkada serentak 2020, Hj. Anik memberi catatan bahwa masih tingginya euforia logistik dan pragmatisme pemilih, sementara PKB hanya mengandalkan modal sosial tanpa embel embel money politic. Oleh karenanya perlu penguatan ideologi dan networking bagi PKB. “Kalau berhidmat jangan kepada personal tapi kepada Lembaga Nahdlatul Ulama,” tegas Anik.
Anik Maslahah yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim dalam sambutannya menjelaskan bahwa SOP Griya Curhat Keluarga merupakan panduan teknis bagi penyelenggaraan layanan masyarakat terutama perempuan dan anak yang sedang mengalami masalah sosial dan berupaya untuk menyelesaikannya.
Pada kesempatan itu, Umi Zahrok menambahkan latar belakang GCK adalah munculnya persoalan persoalan sosial kemasyarakatan diantaranya;
Permasalahan KDRT (fisik, psikis, seksual, eksploitasi, trafficking,& penelantaran); pada tahun 2019 sekitar 1.247, tahun 2020 muncul 1.479.
Permasalahan Perceraian; pada tahun 2019 sekitar 8.303, tahun 2020 muncul 55.747. Permasalahan Perkawinan Anak; pada tahun 2019 sekitar 5.127, tahun 2020 muncul 6.084. Permasalahan Anak Putus Sekolah SD-SMA sederajat; pada tahun 2019 sekitar 105.143, tahun 2020 muncul 159.075. Permasalahan Penduduk Buta Huruf diatas usia 15 tahun; pada tahun 2019 sekitar 874.336, tahun 2020 muncul 874.406.
Permasalahan Pelajar terlibat penyalahgunaan narkotika; pada tahun 2019 sekitar 347.872, tahun 2020 muncul 347.955. Permasalahan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ); pada tahun 2019 sekitar 453, tahun 2020 muncul 2.588. Permasalahan Penduduk Miskin; pada tahun 2019 sekitar 4.056.000, tahun 2020 muncul 4.363.000. dan lain-lain.
Oleh karena itu DPW Partai Kebangkitan Bangsa melaluai DPW Perempuan Bangsa Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan workshop penyusunan SOP dan Format Pelembagaan Griya Curhat Keluarga ( GCK) tutur Umi.
GCK secara umum mengacu pada mandat perjuangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) antara lain berupaya mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara lahir dan batin, material dan spiritual.
Disamping itu layanan GCK juga bagian dari ikhtiar mengimplementasikan Visi Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (Perempuan Bangsa) yaitu ‘terwujudnya kemaslahatan dan terpenuhinya hak-hak perempuan, menuju masyarakat demokratis, sejahtera, berkeadilan dan rahmatan lil alamin.
DPW Perempuan Bangsa Jatim juga memiliki tugas memperkuat posisi PKB sebagai partai politik yang memiliki keberpihakan terhadap perempuan.
(Maret, 2020 ) GCK telah melaksanakan ToT Conselor Griya Curhat Keluarga (RCK) dengan rekomendasi beberapa hal: Pertama, terbentuknya Griya Curhat Keluarga (GCK) di 38 kabupaten/kota sebagai sarana pendampingan, bimbingan, konseling bagi penyandang persoalan keluarga, kedua tersedianya ± sejumlah konselor di setiap DPC kabupaten/kota yang memiliki wawasan dan keterampilan bidang hukum dan psikologi. Ketiga, disusunnya Standard Operating Procedure (SOP) guna mewujudkan pelaksanaan GCK tersebut.
Umi Zahrok menjelaskan GCK bertujuan ; Terbangun pola koordinasi, komunikasi yang baik antara pengurus Perempuan Bangsa, Layanan GCK, komunitas keluarga dan elemen masyarakat lainnya. Terbentuk lembaga GCK yang dapat membangun kerjasama dengan mitra strategis lainnya. Terselenggaranya layanan GCK disetiap rumah atau lokasi yang bernaung dilingkungan pengurus DPC Perempuan Bangsa. Dan Tersedianya SDM konselor yang memiliki keahlian bidang hukum, psikologi, dll.
Ditambahkan Umi Zahrok, Program yang sedang dan akan dijalankan diantaranya ; Membuka konseling curhat keluarga bagi perempuan dan anak. Identifikasi dan pendataan kasus baik yang sudah dilayani maupun yang sedang berkembang di masyarakat. Membuka layanan konseling secara online.
Lebih lanjut ketua Panitia Siti Nafsiyah menyampaikan bahwa maksud dan tujuan ini adalah penyusunan SOP GCK dengan tujuan untuk panduan operasional pelayanan GCK dan perumusan format pelembagaan layanan GCK.
Output: Terumuskannya SOP dari hasil workshop untuk panduan pelaksanaan GCK; Penerbitan 100 buku yang akan didistribusikan ke 38 Kabupaten/Kota se DPC Jawa Timur; Perumusan format pelembagaan layanan GCK.
Outcome : Terbentuknya SOP sebagai pandukan layanan GCK dan terumuskannya format pelembagaan layanan GCK yang secara simbolik akan dilauching dengan cara virtual ditingkat regional.
Peserta workshop: Utusan Perempuan Bangsa dari masing masing DPC Perempuan Bangsa di Kabupaten/Kota yang sudah pernah mengikuti TOT konseleor bulan lalu yang diadakan DPW; Utusan terdiri dari 2 orang;
(1) Pengurus DPC sebagai pengelola ataupun sebagai konselor.
(2) Peserta yang pernah mengikuti TOT bulan lalu yang diselenggarakan DPW dengan (a) Membawa surat mandat dari masing masing DPC Perempuan Bangsa; (b) Bersedia mengikuti workshop secara aktif sampai selesai.
Waktu dan Tempat; Waktu kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu, 12 sd 13 Desember 2020 di Hotel Aria Centra Surabaya (ACS). (mak)







Komentar