oleh

Geger Gunung Terbelah, Ketua BNPB Menyebut karena Longsor

-Daerah-152 views

POSKOTA. CO – Foto dan video yang memperlihatkan terbelahnya Gunung Salak di perbatasan Bogor dan Cianjur, Jawa Barat yang menyebar di sosial media hingga menjadi viral, ditanggapi Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB). BNPB dalam keterangannya yang disampaikan Doni Monardo selaku Ketua BNPB menjelaskan jika fenomena tersebut terjadi akibat tanah longsor.

Kata Doni, tanah longsor ini dipicu karena hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi waktu yang lama disertai angin kencang yang terjadi pada Senin (21/9/2020) kemarin.

Doni yang juga Ketua Gugus Tugas Nasional Covid 19 mengatakan, menurut laporan Resort PTNW Gunung Salak 1 pada Kamis (24/9/2020), curah hujan yang lebat mengakibatkan debit air Sungai Cikedung meluap dan membuat longsor di bibir sungai.
“Luapan Sungai Cikedung juga dipicu oleh rusaknya jalur sungai seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai, serta kerusakan lain di bagian hilir,” kata Doni Monardo.

Hasil survei hulu Sungai Cikedung dan Cisereh di puncak Gunung Salak-3 menyebutkan terdapat longsoran di sepanjang bibir hulu sungai akibat hujan deras yang melanda wilayah Bogor dan sekitarnya pada Senin kemarin.

Doni menegaskan, berdasarkan pemantauan Tim Resort Salak-1 dan PSSEJ dan sudah dilaporkan kepadanya, tidak menemukan adanya bekas penebangan liar.

“Bencana longsor akibat fenomena alam, kayu yang dibawa air sungai merupakan longsoran sepanjang aliran sungai,”ujarnya.

Pada saat kejadian tinggi air sungai dihulu atau puncak Salak 3 cukup tinggi dan air terpecah di lokasi pesawahan dan ladang atau kebun masyarakat. Pada cuaca normal aliran air sungai sangat kecil, dan akan sangat besar pada saat hujan deras atau ekstrem.

Doni meminta BPBD wilayah untuk terus menginfokan kepada masyarakat yang berada di bagian bawah dan di sekitar kawasan agar berhati-hati dan waspada. “Jangan sampai kena material longsor. Kalau ada yg berisiko, ambil langkah mengungsi selama musim hujan,” pinta Doni.

Dalam laporan yang diterima BNPB, Danramil Cijeruk dan babinsa wilayah setempat melakukan pengecekan ke lokasi.

Masyarakat diimbau waspada dan siap siaga mengingat Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini cuaca, khususnya pada 26 dan 27 September 2020.

Prakiraan BMKG menyebutkan wilayah Jawa Barat termasuk salah satu wilayah dengan potensi hujan lebat yang diikuti dengan petir/kilat dan angin kencang, sedangkan pada 28 September 2020, potensi hujan masih dapat terjadi dengan disertai petir atau kilat dan angin kencang. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *