oleh

Dinilai Bakal Cemari Lingkungan, Sejumlah Warga Cirahayu Tolak Rencana Galian Pasir

POSKOTA.CO – Dinilai berpotensi mencemari lingkungan, sejumlah warga Dusun Palembang Desa Cirahayu Kabupaten Kuningan menyuarakan penolakan terhadap rencana dibukanya penambangan pasir di wilayah tersebut.

Salah seorang warga setempat yang ditemui Poskota belum lama ini menegaskan dirinya beserta sejumlah orang penduduk setempat menolak adanya rencana galian pasir di daerahnya itu. “Dampak buruk dari aktivitas galian pasir salah satunya terjadi pencemaran udara di lingkungan sekitar,”ucap warga yang meminta identitasnya tidak disebut ini.

Ditegaskannya, peluang terganggunya kebersihan udara tentu akan dirasakan seketika oleh masyarakat pada saat aktivitas penambangan mulai berjalan. “Hal itu dalam jangka waktu tertentu berpeluang mengganggu kesehatan warga disini,”terangnya.

Sehubungan itu dia berharap, keinginan dan upaya pihak pengusaha yang terlihat diwakili beberapa orang kepercayaannya di lapangan dengan menemui masyarakat sebaiknya tidak dilanjutkan. “Kami hanya menyarankan agar rencana ini tidak diteruskan sebab dampak negatifnya akan diterima warga,”tandasnya.

Dia sendiri tidak menapik, dampak positif dari kegiatan penambangan pasir memang ada. “Bisa jadi usaha tambang pasir akan menyerap tenaga kerja penduduk tempatan,”ujarnya mencontohkan.

Namun begitu dirinya tetap berpendapat sisi negatif dampak dari kegiatan galian pasir dinilai lebih banyak dibanding dengan manfaat yang didatangkan. “Saya mohon kepada pihak Pemda Kuningan maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengkaji lebih cermat pada saat menerima permohonan adanya pembukaan titik-titik lokasi penambangan pasir yang baru sebab Kuningan adalah daerah yang menggaungkan sebagai Kabupaten Konservasi,”kritiknya.

Terpisah, Pemerintah Desa Cirahayu melalui Sekretaris Desa (Sekdes), Doni Hadi Ismail, SPd ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (8/4/21) mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya rencana tersebut.
“Kami mendengar dilapangan ada upaya sosialisasi yang dilakukan beberapa perwakilan pengusaha sedang menggali pendapat dan suara dari masyarakat,”terangnya.

Atas nama pemerintah desa, dirinya menghimbau agar masyarakat tidak cepat menyimpulkan dan terprovokasi dengan informasi yang beredar dan belum jelas kebenarannya. “Apapun rencana, persoalan dan masalah yang didengar di lapangan mari kita diskusikan melalui musyawarah mufakat guna menemukan solusi yang baik serta bisa diterima semua pihak,”pinta Sekdes.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Luragung melalui Sekretaris Kecamatan (Sekmat), Nono Darsono, SE saat dihubungi belum memberikan tanggapan. “Saya sedang kegiatan rakor di pemda,”jawabnya melalui pesan chat whatshap / WA. (Cep).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *