KUNINGAN-Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Sumber Daya Alam (PEMSDA) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Hj. Yaryar Hiaruhu, menyampaikan permintaan maaf khususnya kepada sejumlah insan jurnalis peserta kegiatan audiensi yang berlangsung di aula Kantor DPMD setempat, Senin (6/4/2026).
Hal tersebut diungkapkan Kabid PEMSDA ini, ketika dikonfirmasi POSKOTAONLINE.COM, melalui sambungan WhatsApp (WA), Senin (6/4/2026), merespon kritik dari sejumlah insan media tentang ketidakhadiran dirinya dalam gelaran audiensi antara kalangan jurnalis yang biasa bertugas di wilayah tersebut dengan pihaknya (Bidang PEMSDA-red) pada DPMD Kabupaten Kuningan.
“Saya pikir audiensi akan berlangsung jam 9, ternyata dilaksanakan jam 10, mohon maaf bukan saya mengabaikan tugas kantor dan saya juga tadi menjadi panitia acara hajatan mantan pimpinan dulu saat bertugas di BKD,”tulisnya menjawab.
Bagi kami lanjut Kabid Yaryar, berita dan informasi menjadi masukan apa yang kurang dalam pendampingan, bahkan kalau itu menyalahi hukum, kontrol sosial bisa menjadi warning bagi pihaknya untuk instrospeksi dan perbaikan pembinaan kepada mereka (Bumdes-red).
“Malah saya sudah komunikasi dengan inspektorat yang turun audit ke desa, agar program ketapang juga dilakukan audit dan hasilnya bisa menjadi bahan perbaikan, rencana selanjutnya,”ujar Kabid PEMSDA ini.
Ketika disinggung soal upaya kolaboratif antara pihak terkait bidang pengawasan dan pembinaan terhadap Bumdes di Kabupaten Kuningan, baik secara internal maupun eksternal, Kabid Yaryar ini menyatakan, jika langkah kolaboratif itu perlu perencanaan dan biaya.
“Pada era sekarang dengan kondisi yang mengetatkan ikat pinggang kita juga kesulitan karena malu nggak bisa ngongkosin,”ungkapnya.
Selain itu Kabid PEMSDA juga sempat mengeluhkan, ketidak layakan mobil operasional dinasnya.
“Saya ketika konfirmasi atau pembinaan ke lapangan menggunakan mobil dan uang sendiri karena tahu mobil dinas sudah tidak layak jalan,”singgungnya mengungkapkan kondisi kendaraan dinas.
Untuk diketahui, kegiatan audiensi pagi tadi, Senin (6/4/2026) yang berlangsung di aula Gedung DPMD Kabupaten Kuningan antara kalangan insan pers dengan DPMD, diinisiasi oleh salah satu lembaga atau perusahaan media. Substansi pembahasan terkait penyelenggaraan dan pengelolaan Bumdes tahun anggaran 2025 di Kabupaten Kuningan yang terindikasi bermasalah. Audiensi diikuti sekitar sepuluh orang wartawan berasal dari berbagai media yang diterima oleh salah seorang Kasi di Bidang PEMSDA, Amir Syarifudin didampingi Yono seorang staf DPMD Kabupaten Kuningan.(Cep/fs)







Komentar